Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jokowi Minta Menterinya Cermati Peringatan Krisis Pangan FAO

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 13 April 2020
Jokowi Minta Menterinya Cermati Peringatan Krisis Pangan FAO

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020). ANTARA/HO Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/aa. (Muchlis Jr - Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran menterinya untuk mecermati peringatan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tentang adanya potensi kelangkaan atau bahkan krisis pangan dunia akibat situasi pandemi virus corona baru (COVID-19).

Presiden, dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengingatkan setiap kepala daerah agar mampu menjaga ketersediaan bahan pokok.

Baca Juga:

Pakar Saran THR Boleh Dicicil Saat Wabah Corona

“Peringatan dari FAO agar betul-betul kita perhatikan, kita garis bawahi mengenai peringatan bahwa pandemi COVID-19 ini bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia atau krisis pangan dunia,” ujarnya, dalam rapat terbatas mengenai Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 itu.

Setiap kepala daerah, kata Presiden, perlu memperhitungkan kebutuhan pangan setiap daerah hingga beberapa waktu ke depan. Sehingga kelangkaan bahan pokok bisa dihindari dan tidak terjadi kenaikan harga secara drastis.

Jokowi
Presiden Joko Widodo dalam Joko Widododari Istana Kepresidenan, Bogor, Kamis (2/4/2020). ANTARA/Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden/pri.

“Mungkin panen saat ini baik, lalu panen pada penanganan yg ke bulan Agustus September betul-betul dilihat secara detail sehingga tidak mengganggu produksi rantai pasok maupun distribusi bahan makanan yang ada,” kata Presiden.

Merujuk pada situs resmi FAO, tekanan akibat COVID-19 dalam rantai pasokan bahan pangan masih minim. Namun, terdapat tantangan ke depannya dalam alur logistik. Hal ini juga karena distribusi bahan makanan perlu berjalan tanpa batasan, dan sesuai dengan standar keamanan pangan yang ada.

Baca Juga:

Hati-Hati, Koruptor Dana Penanggulangan COVID-19 Terancam Hukuman Mati!

Untuk mengurangi dampak pandemi pada pangan dan pertanian, FAO meminta negara-negara di dunia untuk memenuhi kebutuhan pangan dari populasi rentan. Kemudian negara-negara di dunia juga perlu meningkatkan program perlindungan sosial, menjaga perdagangan pangan global terus berjalan, menjaga rantai pasokan domestik tetap bergerak, dan mendukung kemampuan petani kecil untuk meningkatkan produksi pangan. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan