Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jokowi: Infrastruktur Pondasi Persaingan Antarnegara

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 19 Oktober 2017
Jokowi: Infrastruktur Pondasi Persaingan Antarnegara

Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menyatakan keyakinannya bahwa kualitas konstruksi karya tenaga kerja Indonesia bisa setara dengan konstruksi yang dihasilkan ahli konstruksi dari Jepang dan Jerman.

"Dengan adanya tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat, kita bisa mengejar ketertinggalan infrastruktur, juga meningkatkan kualitas konstruksi kita, Jepang Jerman bisa, mengapa kita tidak? Saya yakin kita bisa," katanya ketika membuka percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di GBK Senayan Jakarta, Kamis (19/10).

Ia menyebutkan, untuk dapat setara dengan konstruksi yang dihasilkan Jepang dan Jerman memang ketrampilan SDM konstruksi harus ditingkatkan sehingga menghasilkan konstruksi berstandar internasional.

Presiden juga mengingatkan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi tidak berhenti pada sertifikasi saja. "Kualitas agar betul-betul dijaga, dijaga terus menerus dan harus mampu adaptasi dengan kemajuan teknologi, terutama bidang konstruksi," katanya.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar percepatan sertifikasi tidak dijadikan sebagai ajang jual beli sertifikat. "Tujuan sertifikasi adalah kualitas tenaga kerja dan mengikuti standar internasional," katanya.

Pada awal sambutannya Presiden menyebutkan sekarang ini Indoneaia berada pada era kompetisi global, antarnegara. Salah satu kunci memenangkan persaingan adalah pembangunan infrastruktur.

"Ini menjadi pondasi, mendasar sekali, kedua adalah pembangunan sumber daya manusia, jangan bermimpi bisa bersaing dengan negara lain kalau infrastruktur kita tertinggal," katanya.

Ia menyebutkan kondisi jalan tol Indonesia jika bandingkan dengan negara lain, jalur kereta api, pelabuhan, airport, tertinggal dari negara lain.

"Baru sekarang kita bangun terus, untuk mengejar ketertinggalan kita. Biaya transportasi kita dibanding Singapura dan Malaysia masih 2 sampai 2,5 kali lipat mahalnya karena infrastruktur belum baik. Karena itu kita bekerja siang malam untuk menyelesaikan ini agar kita bisa bersaing dengan negara lain," katanya.

Menurut dia, untuk percepatan itu telah dibangun, misal di Kalimantan ada 24 proyek, di Sulawesi ada 27 proyek, Maluku Papua 13 proyek, Sumatera 61 proyek dan tempat tempat lainnya.

"Kita harus kerja keras mempercepat ini, semua infrastruktur yang dibutuhkan rakyat tidak tersedia dengan sendirinya, ada kontribusi SDM konstruksi, bukan hanya tenaga kerja kontruksi yang jumlahnya besar, tapi juga terlatih terampil, bersertifikat," katanya.

Sesuai informasi dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden menyebutkan saat ini jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia kira-kira ada tujuh juta orang dan baru 9 persen yang bersertifikat atau 600.000 orang. (*)

Sumber: ANTARA

#Jokowi #Presiden Jokowi #Tenaga Kerja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Jelang Sidang Kedua dr Tifa Ijazah Palsu, Jokowi: Jika Diminta Majelis Hakim, Saya akan Hadir
Jika persidangan mengharuskan datang, Jokowi akan hadir dan menunjukkan ijazah asli miliknya.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Jelang Sidang Kedua dr Tifa Ijazah Palsu, Jokowi: Jika Diminta Majelis Hakim, Saya akan Hadir
Indonesia
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Kesiapan organisasi hingga tingkat desa juga menjadi modal bagi partai untuk menyambut kunjungan Jokowi ke berbagai daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Indonesia
Pasang Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari
Pelapor merupakan warga Solo, yakni Budi Kuswanto dan Tri Sapto warga Solo menyerahkan laporan ke Kantor Kejari Solo didampingi kuasa hukumnya, Jumat (3/7).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
 Pasang Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Panggil Jokowi ke Istana Negara untuk Buktikan Ijazahnya
Presiden Prabowo memanggil Jokowi untuk membuktikan keaslian ijazahnya di Istana Negara. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Panggil Jokowi ke Istana Negara untuk Buktikan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Istana Negara Ambil Alih Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Istana Negara Ambil Alih Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Indonesia
Sidang Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Boleh Live, Netizen Siap-Siap Kuota
Media boleh menyiarkan langsung agenda pembacaan surat dakwaan, eksepsi, putusan sela, tuntutan, pledoi, hingga putusan akhir
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Sidang Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Boleh Live, Netizen Siap-Siap Kuota
Indonesia
Laporan Salary Pulse 2026 Ungkap Gen Z Paling Berani Negosiasi Gaji
Keberanian tersebut cukup kontras dengan Generasi X.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Laporan Salary Pulse 2026 Ungkap Gen Z Paling Berani Negosiasi Gaji
Indonesia
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Hal itu berkenaan dengan situasi persaingan kerja dan ketersedian lapangan pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Bagikan