'Joker' Kembali Lagi di Android, Waspada
Harus berhati-hati virus Joker mengintai di Android. (Foto: Unsplash/Daniel Romero)
POLISI Belgia memperingatkan kembalinya virus ‘Joker’ yang menyerang perangkat Android. Virus ini bersembunyi di berbagai aplikasi di Google Play Store. Joker sempat menghebohkan di tahun 2017.
Pada tahun itu virus ini berhasil menginfeksi gawai dan merampok korbannya dengan bersembunyi di berbagai aplikasi. Sejak itu saat itu, sistem pertahanan Google Play Store telah menghapus sekitar 1.700 aplikasi malware ‘Joker’. Ini untuk mencegah orang terserang virus itu.
Baca Juga:
Facebook akan Hadirkan Kembali Fitur Panggilan Audio dan Video
Pada September 2020, virus 'Joker' ditemukan di 24 aplikasi Android yang mencatatkan lebih dari 500 ribu unduhan sebelum kemudian dihapuskan. Diperkirakan pada waktu itu mempengaruhi lebih dari 30 negara, seperti di Amerika Serikat, Brasil, dan Spanyol. Peretas dengan virus itu membuat semacam platform berlangganan namun tidak sah. Mereka dapat mencuri hingga USD 7, sekitar Rp.100.994 per langganan mingguan. Diyakini angka itu kemudian meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Dari laman entrepreneur menuliskan Kepolisian Belgia mengatakan bahwa program ini terdeteksi di delapan aplikasi Play Store yang bersembunyi di Google.
Virus 'Joker' mempunyai keluarga malware yang dikenal dengan istilah Bread. Tujuan malware ini adalah untuk meretas tagihan ponsel dan mengotorisasi operasi tanpa persetujuan pengguna. Penelitian dari perusahaan cybersecurity Quick Heal Security Lab, menjelaskan bahwa virus ini dapat memasukkan pesan teks, kontak, dan informasi lain di ponsel yang terinfeksi.
Virus ini berbahaya karena memiliki kemampuan yang membuat pengguna Android berlangganan ke layanan berbayar. Biasanya aplikasi yang terkena adalah mereka yang memiliki langganan versi Premium atau paling mahal.
Baca Juga:
Pada awalnya, aplikasi yang terinfeksi 'Joker' mengirimkan SMS penipuan. Kemudian mulai menyerang pembayaran online. Kedua teknik ini memanfaatkan integrasi operator telepon dengan vendor, untuk memudahkan pembayaran layanan dengan tagihan seluler. Peretas mampu melakukan verifikasi perangkat, tetapi bukan pengguna, sehingga mereka berhasil mengotomatiskan pembayaran tanpa memerlukan interaksi pengguna.
Ada beberapa aplikasi yang sudah terdeteksi mengandung virus ‘Joker’ dan telah dihilangkan oleh Google Play Store, yaitu Auxiliary Message, Element Scanner, Fast Magic SMS, Free CamScanner, Go Messages, Super Message, Super SMS, dan Travel Wallpapers.
Namun diyakini oleh pakar lainnya bahwa lebih bisa jadi lebih banyak aplikasi yang terpengaruh. Jutaan pengguna yang tak tahu bahwa mereka telah menjadi korban penipuan dunia maya.
Rekomendasi untuk para pengguna Android untuk memeriksa apakah mereka memiliki salah satu dari aplikasi yang diinstal pada ponsel cerdas dan harus segera menghapusnya. Karena fakta bahwa yang dihapus dari Google Play Store tidak berarti penghapusan otomatis dari komputer tempat mereka berada. (mic)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!
Amazfit Active Max Resmi Hadir di Indonesia, Layar Besar untuk Aktivitas Lebih Maksimal
Samsung Galaxy S26 Sudah Muncul di Geekbench, Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5?
Xiaomi 17 Max Diprediksi Meluncur April 2026, Punya Fitur Layaknya Seri Pro!
Honor X80 Gendong Baterai 10.000mAh, Harga Diprediksi Enggak Sampai Rp 2,5 Juta
Oppo Pad 5 Gebrak Pasar Tablet dengan Bawa Baterai Jumbo 10.050mAh, Siap Maraton Film Tanpa Takut Lowbat
Redmi K90 Ultra Bocor! Gendong Kipas Aktif di Balik Kamera dan Baterai 8.000mAh, Siap Libas Game Berat
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!