Joe Biden: Demokrasi Kita Berada di Bawah Serangan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 07 Januari 2021
Joe Biden: Demokrasi Kita Berada di Bawah Serangan

Biden sangat menyayangkan hal ini terjadi. (Foto: Variety)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH pengunjuk rasa pendukung Donald Trump menyerbu Capitol yang menyebabkan rapat pengesahan Joe Biden sebagai presiden dihentikan. Para pejabat yang ada di gedung tersebut diamankan dan polisi mendorong para perusuh keluar menggunakan granat kejut atau flashbang. Joe Biden pun meminta Trump untuk mengakhiri pengepungan di Capitol.

Mengutip Variety, Biden meminta Trump untuk memenuhi sumpahnya, membela Konstitusi, dan menutut diakhirinya pengepungan ini. Biden mengatakan kerusuhan yang terjadi di Capitol, Washington DC ini bukanlah protes, melainkan pemberontakan.

Baca juga:

Ketika Dwayne Johnson Menyentil Presiden Donald Trump

Joe Biden Minta Trump Akhiri Pengepungan di Capitol
Trump diminta untuk menghentikan pengepungan ini. (Foto: USA Today)

“Demokrasi kita berada di bawah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terlebih di zaman modern ini,” kata Biden berbicara di hadapan para pendukung Trump.

“Adegan kekacauan di Capitol ini tidak mencerminkan AS yang sebenarnya dan tidak mewakili siapa kita. Ini bukan perbedaan pendapat, ini gangguan. Ini kekacauan. Dan itu harus diakhiri, sekarang,” tegas Biden.

Biden juga menyerukan kepada massa untuk mundur dan membiarkan demokrasi ini tetap maju. Oleh karena itu, Biden meinta Trump untuk tampil di televisi nasional dan menuntut diakhirinya pengepungan ini.

Ketika peristiwa ini terjadi, para legislator langsung dievakuasi dari Capitol. Akibat penyerbuan ini, sejumlah fasilitas di Capitol hanucr, seperti jendela, barikade, meja, dan fasilitas lainnya.

“Ini adalah pengingat yang menyakitkan bahwa demokrasi itu rapuh,” kata Biden.

Baca juga:

Temui Donald Trump, Luhut Singgung Hasil Pilpres AS

Joe Biden Minta Trump Akhiri Pengepungan di Capitol
Para legislator segera diamankan. (Foto: ABC27)

CNN melaporkan bahwa ada seorang wanita yang ditembak di dada dan sekarang dalam kondisi kritis. Sebelum pidato Biden, pembawa acara CNN Jake Tapper memimpin diskusi tentang kemungkinan kabinet Presiden Trump meminta Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari jabatannya selama beberapa minggu sisa jabatannya.

Beberapa media sosial pun menghapus video Trump yang ditujukan kepada para perusuh. Mengutip The Verge, YouTube telah menghapus video dari Trump yang membahas serangan massa di Capitol dan mengungkit terkait hasil pemilu 2020. Pihak YouTube akan mengizinkan pesan Trump di video kreator lainnya jika terdapat konteks pendidikan atau berita yang sesuai.

“Pertunjukan yang mengerikan hari ini membawa pulang setiap Republikan, Demokrat, dan merdeka di negara ini. Kita harus melangkah, Ini adalah AS,” tutup pidato Biden. (and)

Baca juga:

Donald Trump Positif COVID-19

#Pilpres AS #Joe Biden #Donald Trump #Presiden #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Dunia
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Amerika Serikat wajib membayar badan kesehatan PBB itu US$ 260 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam bentuk biaya terutang tahun 2024 dan 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Dunia
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Polisi mengatakan tidak ada korban luka, meskipun petugas damkar, kepolisian, dan ambulans dikerahkan mengingat tingginya tingkat pengamanan acara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Dunia
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Dunia
Jerman Ragu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Belum Cocok Sama Formatnya
Jerman menekankan pentingnya kesesuaian Dewan Perdamaian Gaza dengan format hukum internasional.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Januari 2026
Jerman Ragu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Belum Cocok Sama Formatnya
Dunia
PBB Tegaskan Status Greenland Milik Kerajaan Denmark
Hak dan kesejahteraan seluruh warga Greenland selalu terjamin selama berada di bawah Kerajaan Denmark.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Januari 2026
PBB Tegaskan Status Greenland Milik Kerajaan Denmark
Dunia
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
Indonesia resmi memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
Indonesia
China Tolak Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Gantikan PBB
Pada Selasa (20/1) Donald Trump mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa Dewan Perdamaian Gaza yang ia usulkan dapat menjadi pengganti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
China Tolak Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Gantikan PBB
Dunia
NATO Hentikan Pasokan Info Intelijen ke AS Imbas Trump Ngotot Ambil Kendali Greenland
Kementerian Luar Negeri China meminta agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhenti untuk menjadikan China sebagai alasan untuk mengakusisi Greenland.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
NATO Hentikan Pasokan Info Intelijen ke AS Imbas Trump Ngotot Ambil Kendali Greenland
Dunia
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang telah lama menarik minat Amerika Serikat karena lokasinya yang strategis dan sumber daya mineral melimpah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Dunia
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan keprihatinan mendalam mengenai potensi dampak terhadap stabilitas regional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Bagikan