Jika PDIP Ingin Hatrick di 2024

Thomas KukuhThomas Kukuh - Minggu, 04 Agustus 2019
Jika PDIP Ingin Hatrick di 2024

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi bisa mencetak 'hatrick' atau kembali menang dalam Pemilu 2024 mendatang. Namun, syaratnya adalah partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu harus mampu keluar dari tantangan.

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanudin Muhtadi mengatakan, dari reset empiris yang terjadi dalam mediokerisasi lama kelamaan tidak ada satu pun partai politik yang dominan.

"PDIP ketika menang 1999 itu mendapat 33,74 persen. Itu prestasi yang sulit diulang oleh semua partai, bahkan oleh PDIP sendiri," kata Burhanudin kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (3/8).

Menurut Burhan, sapaan akrabnya, tidak ada partai yang sangat hegemoni saat ini. Menurutnya, semua partai cenderung menjadi partai menengah, hanya PPP yang perolehannya dianggap tipis.

"Yang lain dari sisi elektoral vote ketika diterjemahkan dalam bentuk kursi, kisarannya 50-82 kursi," ungkapnya.

Burhan mengatakan, bicara peluang PDIP untuk bisa menang tiga kali berturut-turut akan ditentukan berdasarkan beberapa tantangan antara lain, siapa yang bakal diusung PDIP menjadi Presiden 2024.

Jokowi
Presiden Joko Widodo. (MerahPutih.com)

Menurut Burhan, status Jokowi yang menang Pilpres dua periode dianggapnya turut menyumbang elektoral kepada partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut. Selain itu, Burhan mengatakan, suara muslim adalah tantangan yang harus dijawab oleh PDIP berikutnya.

Menurut Burhan, suara PDIP dianggap cukup signifikan dalam meraup suara dari kalangan Islam sejak 2009.

Tantangan berikutnya, PDIP harus selektif dalam menempatkan kader atau bukan kader untuk menjadi calon legislatif. Menurutnya, dalam sejarah, baru pada pemilu 2019, PDIP menempatkan popularitas artis untuk mendulang suara.

"Yang paling krusial menurut saya yang harus disiapkan adalah karena 2024 adalah pileg sekaligus pilpres, dan keduanya tidak bisa dipisahkan sebagai satu sisi mata uang," ungkapnya.

"Pertanyaannya adalah siapa capres PDIP 2024, karena ujungnya capres itu adalah yang mengigit elektoral dia menjadi sapuan di tingkat nasional. Sedangkan sapuan dapil lokal adalah caleg. Yang mengikatnya adalah ideologinya. Memang proses dan dinamika masih panjang," imbuh Burhan. (knu)

#PDIP #Megawati Soekarnoputri #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan," tutur Megawati.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Indonesia
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Indonesia
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
PDIP percaya hak rakyat dalam menentukan pemimpin daerah lewat Pilkada langsung tidak boleh diganggu gugat
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Indonesia
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Meski kini tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, Rudy menegaskan tidak pernah memiliki ambisi jabatan, baik di legislatif maupun eksekutif.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Indonesia
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
Indonesia
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Polri harus tegak lurus sebagai alat negara yang menjaga ketertiban, bukan instrumen kekuasaan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Indonesia
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi menjadi harga mati dalam menghadapi tantangan nasional.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Indonesia
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Mendorong penerapan teknologi untuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas demokrasi.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Indonesia
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Sikap politik PDIP berpijak teguh pada ideologi Pancasila dengan semangat kelahiran 1 Juni 1945.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP
Dalam agenda terssebut, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh melalui dialog virtual.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP
Bagikan