MerahPutih.com - Di bawah sorot lampu Grand Garuda Ballroom Hotel Episode Gading Serpong pada Jumat (8/5) sore, ratusan pasang mata tertuju pada satu sosok di atas panggung.
Mengenakan batik hitam bercorak emas, Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo berdiri sambil menggenggam mikrofon, berbicara tenang di hadapan para tamu undangan, mahasiswa, pengusaha, hingga tokoh nasional.
Di belakangnya, layar raksasa menampilkan sampul buku bertajuk The Art of Simple Leadership. Sebuah judul yang terdengar sederhana, tetapi memuat perjalanan hidup panjang tentang kerja keras, keberanian, dan daya tahan menghadapi hidup.
Peluncuran buku kedua Jerry Hermawan Lo itu berlangsung hangat sekaligus penuh antusiasme. Buku yang ditulis Steven Beteng dan diterbitkan Kompas tersebut menjadi medium bagi Jerry untuk membagikan kisah hidupnya, mulai dari keberaniannya merantau dari Medan ke Jakarta hingga membangun kerajaan bisnis yang kini berkembang di berbagai sektor usaha.
Baca juga:
Cerita Founder PT JHL International Otomotif Jerry Hermawan Lo Perkuat Kesejahteraan Atlet
Sejumlah tokoh nasional tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Suharso Monoarfa, Bambang Soesatyo, Letjen TNI (Purn) Dodik Wijanarko, Komisaris Utama PT Pertamina Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, hingga Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. Kehadiran mereka memberi gambaran bahwa sosok Jerry bukan sekadar dikenal di lingkup bisnis, tetapi juga memiliki jejaring luas di berbagai sektor strategis.
Peluncuran buku The Art of Simple Leadership juga dimoderatori oleh Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Tri Agung Kristanto.
Namun, yang paling mencuri perhatian justru deretan mahasiswa yang memenuhi ballroom. Banyak di antara mereka datang untuk mendengar langsung bagaimana seorang anak muda perantauan mampu bertahan dan tumbuh di tengah kerasnya Jakarta.
Di era ketika banyak orang ingin sukses secepat video 30 detik TikTok, kisah tentang proses panjang terasa seperti barang langka.
Melalui sambutannya, Jerry menegaskan, bahwa buku ini tidak dibuat untuk memamerkan pencapaian pribadi, melainkan sebagai bahan pembelajaran bagi generasi muda dan masyarakat luas.
“Tujuannya untuk generasi penerus bagaimana hidup di masyarakat, memimpin perusahaan, dan menginspirasi anak muda,” ujar Jerry kepada wartawan.
Baca juga:
Ia percaya kepemimpinan bukan dibentuk dari kenyamanan ataupun jalan pintas, melainkan dari keberanian menghadapi tantangan dan konsistensi menjalani proses. Pesan itu menjadi benang merah dalam keseluruhan isi buku The Art of Simple Leadership.
Berbeda dari buku motivasi yang sering dipenuhi teori abstrak dan kalimat penuh gula, buku ini justru menonjolkan pengalaman nyata. Jerry mengaku hampir tidak menemukan tantangan berarti dalam proses penulisan, sebab seluruh isi buku berangkat dari kisah hidup yang benar-benar ia alami.
“Karena yang kita ceritakan adalah hal yang real di kehidupan saya,” katanya.
Kepercayaan penuh diberikan kepada Steven Beteng sebagai penulis untuk meramu perjalanan hidup tersebut menjadi narasi yang ringan, tetapi tetap memiliki kedalaman emosional.
Hasilnya adalah sebuah buku yang tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga tentang ketekunan, mental bertahan, dan cara memimpin dengan pendekatan sederhana.
Baca juga:
Ribuan Beasiswa Kelapa ala Jerry Hermawan Lo untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan Prabowo
Di tengah dunia korporasi yang sering identik dengan jargon rumit dan gaya kepemimpinan kaku, Jerry justru menawarkan sudut pandang berbeda. Bahwa memimpin tidak selalu harus tampil paling keras atau paling dominan.
Kadang, kepemimpinan hadir dari keteladanan, konsistensi, dan kemampuan memahami manusia lain. Konsep yang terdengar mendasar, tetapi justru sering hilang di banyak ruang kerja modern yang sibuk mengejar target sambil perlahan kehilangan empati. Kapitalisme memang lucu. Semua bicara “human capital”, tapi manusia di dalamnya sering kelelahan duluan.
Peluncuran buku ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia berubah menjadi ruang refleksi tentang bagaimana perjalanan hidup seseorang bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang lain.
Dari seorang perantau asal Medan hingga menjadi pemimpin grup perusahaan besar, Jerry Hermawan Lo mencoba menunjukkan bahwa kesuksesan bukan semata soal hasil akhir, melainkan keberanian untuk terus melangkah bahkan ketika keadaan tidak berpihak.
Mungkin di situlah letak makna sebenarnya dari The Art of Simple Leadership: kepemimpinan yang lahir bukan dari pencitraan, melainkan dari perjalanan hidup yang benar-benar dijalani. (Asp)