Jepang Siap Berikan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Seperti Saat Pemulihan Dari Tsunami
Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan 14 jembatan rusak di Aceh yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor Sumatera. (ANTARA/HO - Kementerian PU)
MerahPutih.com - Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, sementara mencatat bencana banjir Aceh telah berdampak pada 18 kabupaten/kota, 226 kecamatan, dan 3.310 gampong, dengan total warga terdampak mencapai 214.382 kepala keluarga atau 1.418.872 jiwa.
Di sisi lain, kerusakan fasilitas umum juga cukup banyak, yakni 138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, 4 pondok pesantren, 302 titik jalan, dan 152 jembatan, serta kerugian harta benda lainnya seperti rumah mencapai 77.049 unit.
Japan International Cooperation Agency (JICA) menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh dalam penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa hari terakhir ini.
“Mengingat kerja sama Jepang dan Aceh telah berlangsung lama, JICA tergugah untuk datang ke sini, memantau kondisi, dan bila diperlukan siap memberikan bantuan,” kata Majelis Perwakilan JICA Indonesia, Soichiro Machida, di Banda Aceh, Selasa (2/12).
Baca juga:
Setelah Cuaca Ektrem Bikin Banjir Bandang, Rob Bakal Terjang Sumbar
Dirinya mengaku prihatin dan turut berduka cita atas bencana yang telah berdampak luas di Aceh. Kejadian ini dinilai cukup besar dan telah menyita perhatian publik di Jepang.
JICA dapat memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan teknis, bantuan mobilisasi logistik, hingga bentuk dukungan lainnya.
“Jika diperkenankan, kami juga ingin bergabung dalam survei lapangan besok dan ikut dalam diskusi berikutnya,” ujarnya.
Kerja sama antara JICA dan Aceh sendiri telah berlangsung pasca tsunami 2004, ketika JICA memberikan dukungan darurat serta menangani pembangunan infrastruktur. Hubungan kerjasama ini kembali diperkuat tahun lalu saat peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.
Sekretaris Daerah Aceh sekaligus Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, M Nasir, mengatakan bahwa pemerintah Aceh membuka peluang bagi JICA untuk terlibat dalam pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
Ia menekankan, JICA dapat mengamati titik-titik yang memungkinkan untuk dibangun kembali, sebagaimana kerjasama sebelumnya pasca tsunami.
“Saran kami, JICA bisa mengamati infrastruktur rusak yang memungkinkan dibangun kembali. Kita telah bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur pasca tsunami sebelumnya, dan kondisi saat ini mirip dengan tsunami dulu," katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
PT KAI Alihkan Rute Kereta Api ke Jalur Selatan Buntut Banjir di Pekalongan, Lokomotif Khusus BB 304 Dikerahkan
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Sejumlah Perjalanan Kereta Api ‘Ngaret’ sampai 2,5 Jam Pasca Rel Terendam Banjir di Pantura Jawa Tengah
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Warga Bekasi Terutama di Wilayah Rawan Banjir Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian