Jepang Batasi Transaksi Perdagangan dengan Perusahaan Dukung Perang Rusia-Ukraina
Bendera Jepang. (Foto: Unsplash/Roméo A.)
MerahPutih.com - Jepang telah mengumumkan pembatasan perdagangan terhadap perusahaan-perusahaan di China, India, Kazakhstan, dan Uzbekistan atas dugaan dukungan mereka terhadap perang Rusia-Ukraina.
Sanksi yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang pada hari Jumat pekan ini menandai pertama kalinya Jepang menargetkan perusahaan-perusahaan yang berbasis di China atas dugaan keterkaitan mereka dengan perang.
Berdasarkan peraturan tersebut, perusahaan Jepang dilarang mengekspor barang ke perusahaan yang terkena sanksi, termasuk Asia Pacific Links Ltd yang berbasis di Hong Kong dan Yilufa Electronics Limited, yang berbasis di Shenzhen, demikian seperti diberitakan Aljazeera, Sabtu (22/6).
Kebijakan terbaru ini muncul setelah Jepang dan Korea Selatan bulan lalu mengumumkan sanksi yang menargetkan perusahaan dan individu dituduh memasok senjata Korea Utara ke Rusia untuk perang.
Baca juga:
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Jepang mengambil sikap yang lebih keras terhadap Rusia dibandingkan pemerintah mana pun di Asia. Sebagian besar negara tersebut menolak untuk memihak dalam perang tersebut.
Pada KTT G7 tahun lalu di Hiroshima, Kishida menjanjikan solidaritas yang tak tergoyahkan dengan Ukraina dan mengutuk pemerintah yang menggunakan kekerasan.
Pekan lalu, Amerika Serikat meluncurkan sanksi yang menargetkan lebih dari 300 individu dan perusahaan yang dituduh membantu upaya perang Rusia, termasuk entitas di China, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Turki.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan langkah-langkah tersebut akan mengurangi kemampuan Rusia untuk mendapatkan keuntungan dari akses terhadap teknologi, peralatan, perangkat lunak, dan layanan internet. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Bukan Sekadar Nama, XG Umumkan Evolusi Jadi 'Xtraordinary Genes'
Noriyuki Makihara Kembali Viral, Lagu Lawas 1992 Ramai Dilirik Netizen Indonesia
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
ONE OR EIGHT Rilis 'GATHER Limited Edition', Merchandise Spesial Sambut Mini Album Baru
Pemerintah Jepang Ingatkan Kemungkinan Gempa Besar dalam 1 Pekan Mendatang
14 Gempa Susulan Hantam Prefektur Aomori Jepang, Peringatan Tsunami Sudah Dicabut
Gempa Magnitude 7,6 Guncang Wilayah Timur Laut Jepang, 7 Orang Terluka dan 90 Ribu Penduduk Dievakuasi
China Kerahkan 100 Kapal AL Imbas Pernyataan Kontroversial PM Jepang