MerahPutih.com - Jembatan gantung Desa Margacinta ambruk mendadak pada Minggu (30/8) pukul 16.00 WIB. Kejadian tersebut berlangsung sesaat setelah prosesi peresmian, ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas bentangan jembatan.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta maaf atas insiden rusaknya Jembatan Garuda yang dibangun TNI AD di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,
ujar Maruli dalam siaran pers TNI AD diterima di Jakarta, Jumat (4/9).
Rusaknya jembatan itu disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya yakni kelebihan kapasitas. Jembatan tersebut tidak didesain untuk menampung 50 orang sekaligus.
Baca juga:
Jembatan Gantung Pangandaran Buatan Kodim Putus Saat Peresmian, TNI AD: Batas Kapasitas Diabaikan
Faktor tersebut yang menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan terputus sehingga membuat jembatan jatuh.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa posisi TNI AD tidak untuk menyalahkan warga atas insiden itu.
Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,
ujarnya.
Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, TNI akan mengevaluasi sistem jembatan untuk proyek pembangunan ke depan. Evaluasi juga akan mencakup penguatan tali jembatan dan sistem keamanan demi kenyamanan warga pengguna dengan peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen.