Wisata Indonesia

Jelajah Lereng Merapi dengan Jeep Bersama Travel Trip

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 18 Agustus 2020
Jelajah Lereng Merapi dengan Jeep Bersama Travel Trip

Wisata lereng Merapi dengan Jeep Merapi 86 MJTC (Merapi Jeep Tour Community). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYEDIA layanan wisata Travel Trip, menggelar perjalanan di era new normal ini di tiga lokasi, yakni Yogyakarta, Merapi dan Klaten.

Salah satu yang cukup menarik perhatian yaitu saat menjelajah lereng Merapi dengan Jeep. Tim merahputih.com bersama para peserta Travel Trip menjelajah beberapa wisata yang berada di lereng Merapi, dengan Jeep Merapi 86 MJTC (Merapi Jeep Tour Community).

Baca Juga:

Berburu Foto Instagramable di Hutan Pinus Pengger Bersama Travel Trip

merapi
Wisata lereng Merapi dengan Jeep. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Namun tur wisata dengan Jeep saat ini tak seperti biasanya di masa sebelum pandemi. Saat new normal ini para wisatawan harus mematuhi sejumlah kesehatan.

"Kita harus mematuhi protokol COVID-19 demi kelancaran kita bersama. pertama harus cuci tangan, jaga jarak, pakai masker, hand sanitizer dan cek suhu badan. Selain itu setiap jeep yang akan digunakan juga terlebih dahulu telah disemprotkan dengan desinfektan," tutur Beni Sugianto, Marketing 86 Merapi Jeep Tour Community (MJTC) saat ditemui merahputih.com, Minggu (16/8).

Perjalanan jelajah wisata Merapi dengan Jeep dimulai sekitar 09.40 WIB. Di mana tim merahputih.comdan para peserta Travel Trip sudah bersiap menaiki Jeep, lengkap dengan helm yang tersedia.

merapi
Sisa-sisa harta warga di lereng Merapi yang kemudian dijadikan museum. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Tempat tujuan jelajah jeep merapi yang pertama yakni Museum Sisa Hartaku. Di museum tersebut terdapat sejumlah harta benda peralatan rumah tangga yang tersisa akibat letusan gunung merapi. Selain harta benda, pada museum tersebut terdapat pula foto-foto yang memperlihatkan keganasan letusan Merapi di tahun 2010 lalu, serta ada juga foto-foto unik tentang bentuk-bentuk awan saat letusan terjadi.

Usai puas melihat berbagai benda yang menjadi saksi bisu keganasan letusan Merapi, para peserta Travel Trip dan tim merahputih.com kembali melanjutkan perjalanan dengan Jeep ke objek wisata batu alien.

Baca Juga:

Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip

merapi
Menuju destinasi Batu Alien melintasi jalur ekstrim. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Jalur wisata ke Batu Alien cukup ekstrem , karena banyak sekali tikungan dan tanjakan tajam serta medan yang berpasir. Kamu harus betul-betul kuat perpegangan pada besi pengaman yang ada pada Jeep.

Batu Alien merupakan batu besar yang terbawa lahar panas akibat erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu. Warga yang menemukan batu besar itu menganggap ada sesuatu yang aneh pada batu tersebut, lantaran mirip wajah makhluk asing. Hingga pada akhirnya, tahun 2011 lalu, atas ide warga setempat, mulailah didirikan kawasan wisata yang bernama Batu Alien.

Ketika dilihat sekilas, mungkin kamu akan menganggapnya sebagai batu besar bida. Tapi, bila kamu melihatnya secara detail dari sudut tertentu. Kamu akan melihat bentuk wajah menghadap ke atas pada batu tersebut. Batu besar itu memilik tekstur wajah yang lengkap, seperti mata, hidung, mulut dan telinga.

Lantaran keunikannya, tak heran Batu Alien menjadi salah satu spot foto yang paling diminati wisatawan saat berkunjung ke kawasan wisata Merapi.

merapi
Destinasi Bunker Kaliadem yang menjadi saksi dahsyatnya letusan Merapi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Jelajah Merapi Travel Trip bersama tim merahputih.com masih berjalan lagi ke Bunker Kaliadem. Bunker Kaliadem dikabarkan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Fungsi utama bunker ini yaitu sebagai perlindungan saat bencana gunung meletus.

Bunker tersebut saat ini sudah tak berfungsi lagi, karena letusan gunung Merapi pada tahun 2006. Bencana alam itu meluluhlantakkan bunker yang berada di kawasan Kaliadem. Selain itu pada peristiwa tersebut, dua orang relawan yang berlindung dalam bunker kaliadem menjadi korban keganasan letusan Gunung Merapi.

Selain bisa melihat langsung sebuah bunker kuno, kamu juga bisa mengabadikan foto di berbagai spot wilayah wisata bunker kaliadem. Di mana kamu akan disuguhkan pemandangan alam megahnya Gunung merapi, bila tengah tak tertutup kabut.

Usai puas mengeksplor Bunker Kaliadem, para peserta Travel Trip dan tim merahputih.com pun kembali ke basecamp jeep 86MJTC.

Baca Juga:

3 Alasan Penting Mengapa Kamu Harus Mencoba 'Solo Traveling'

merapi
Wisata di Merapi masih belum mencapai jumlah sebelum masa pandemi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Saat Era New Normal ini, wisata tur jeep Merapi masih sepi pengunjung, berbeda dari sebelumnya. Namun setidaknya perlahan mulai bangkit kembali dan dikunjungi oleh wisatawan domestik.

"Wisatawan yang datang saat ini masih lokal, masih keluarga gitu. Tapi minggu-minggu ini sudah mulai dari luar daerah, dari Bogor ,Bandung, Jakarta serta Kalimantan. Kalau sebelum pandemi sih ada dari internasional juga," tutur Beni Sugianto, Marketing 86 Merapi Jeep Tour Community (MJTC).

Penurunan jumlah wisatawan akibat pandemi pun tak main-main, yakni lebih dari 50% dari biasanya.

"Jumlah wisatawan yang hadir sekarang sih masih tergolong (se)dikit. Tapi lumayan per harinya kurang lebih 100 orang ada. Kalau sebelum pandemi sih bisa sekitar 300 orang. Biasanya rombongan sekolah atau kantor," jelas Beni.

Beni berharap di era new normal ini wisata di Merapi bisa mulai pulih kembali seperti biasanya, dan lebih baik dari sebelumnya. (Ryn)

Baca Juga:

Menjelajah Wisata Kawah Putih di Era New Normal Bersama Travel Trip

#Gunung Merapi #Museum Gunung Merapi #Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Bagikan