Jawaban Kang Emil Ketika Ditanya Pendamping Pilgub Jabar

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 11 September 2017
Jawaban Kang Emil Ketika Ditanya Pendamping Pilgub Jabar

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (FB/Ridwan Kamil)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kandidat calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku enggan memikirkan siapa calon pendampingnya di Pilgub Jawa Barat nanti, dan lebih memprioritaskan mencari dukungan lain untuk menggenapkan kursi.

"Ini baru babak satu yaitu menggenapkan koalisi, babak keduanya belum dimulai. Pendamping itu di babak kedua," kata Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Bandung, Senin (11/9).

Saat ini, Wali Kota Bandung tersebut mendapat angin segar setelah PKB resmi mengusung dirinya sebagai calon gubernur Jabar.

Merapatnya PKB ke kubu Emil menambah dukungan menjadi 12 kursi. Sebelumnya, Partai Nasdem yang memiliki lima kursi telah menyatakan dukungannya kepada Emil.

Melihat kondisi ini, Emil akan semakin mengintensifkan komunikasi dengan partai lain. Bahkan diakuinya, PPP menjadi partai yang aktif berkomunikasi dengan dirinya dibanding partai-partai lain.

"Saya sebagai calon mengintensifkan dengan PPP. Saya punya feeling bulan September akan jadi bulan penentuan," kata dia.

Menurutnya, apabila partai koalisi sudah terbentuk dan menghasilkan 20 kursi, maka pembicaraan baru akan mengarah ke siapa yang mendampinginya di Pilgub nanti.

Dia pun tidak mempermasalahkan siapa yang akan mendampinginya selama itu hasil keputusan musyawarah dari partai koalisi. Namun secara pribadi, dia ingin calon wakilnya nanti memiliki elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi.

"Saya menyerahkannya ke partai koalisi. Insya Allah saya ikut saja," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

#Ridwan Kamil #PKB #NasDem #DPP PPP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Pimpinan DPR gempar usai beredarnya draf pemakzulan Wapres Gibran berpelat NasDem. Saan Mustopa janji cek keaslian surat!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Indonesia
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Beredar dokumen pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka berpelat Fraksi NasDem di DPR. Simak penjelasan detailnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Indonesia
PKB Sebut Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
PT enam persen merupakan titik keseimbangan antara kebutuhan penyederhanaan sistem kepartaian di DPR dan kewajiban mempertahankan proporsionalitas representasi politik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
PKB Sebut  Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
PKB menyoroti Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia diminta tak hanya cosplay damkar, tetapi ikut melakukan pembenahan.
Soffi Amira - Senin, 24 Agustus 2026
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Taufik menjelaskan peluang tersebut terbuka, terutama untuk melengkapi berkas perkara para tersangka yang sudah ditahan KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Indonesia
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong
Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa saja yang dinilai tepat mengisi posisi menteri, termasuk apabila terdapat jabatan yang kosong.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong
Indonesia
Komisi II DPR Minta Penaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Matang dan Berbasis Kinerja
Kebijakan tersebut harus diiringi dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komisi II DPR Minta Penaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Matang dan Berbasis Kinerja
Bagikan