Jawaban Kang Emil Ketika Ditanya Pendamping Pilgub Jabar
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (FB/Ridwan Kamil)
MerahPutih.com - Kandidat calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku enggan memikirkan siapa calon pendampingnya di Pilgub Jawa Barat nanti, dan lebih memprioritaskan mencari dukungan lain untuk menggenapkan kursi.
"Ini baru babak satu yaitu menggenapkan koalisi, babak keduanya belum dimulai. Pendamping itu di babak kedua," kata Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Bandung, Senin (11/9).
Saat ini, Wali Kota Bandung tersebut mendapat angin segar setelah PKB resmi mengusung dirinya sebagai calon gubernur Jabar.
Merapatnya PKB ke kubu Emil menambah dukungan menjadi 12 kursi. Sebelumnya, Partai Nasdem yang memiliki lima kursi telah menyatakan dukungannya kepada Emil.
Melihat kondisi ini, Emil akan semakin mengintensifkan komunikasi dengan partai lain. Bahkan diakuinya, PPP menjadi partai yang aktif berkomunikasi dengan dirinya dibanding partai-partai lain.
"Saya sebagai calon mengintensifkan dengan PPP. Saya punya feeling bulan September akan jadi bulan penentuan," kata dia.
Menurutnya, apabila partai koalisi sudah terbentuk dan menghasilkan 20 kursi, maka pembicaraan baru akan mengarah ke siapa yang mendampinginya di Pilgub nanti.
Dia pun tidak mempermasalahkan siapa yang akan mendampinginya selama itu hasil keputusan musyawarah dari partai koalisi. Namun secara pribadi, dia ingin calon wakilnya nanti memiliki elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi.
"Saya menyerahkannya ke partai koalisi. Insya Allah saya ikut saja," katanya. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
KPK Dalami Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri hingga Penukaran Mata Uang Asing Miliaran Rupiah
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Tegaskan Dukung Keputusan Presiden
Mantan Ketua DPW NasDem Rusdi Masse Resmi Merapat Jadi Anak Buah Kaesang di PSI
PKB Tolak Reposisi Polri ke Kementerian: Ini Langkah Mundur Reformasi
Legislator PKB: Gaji Guru Honorer Tak Manusiawi, Negara Lakukan Pelanggaran HAM
Tunjangan Hakim Naik Mulai 2026, PKB: Saatnya Bersihkan Mafia Peradilan
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Saat Retret Kabinet, Prabowo Berkelakar PKB dan Cak Imin Harus Diawasi