Psikologi

Jarang Disadari, Ini Sifat Individu Manipulatif yang Bisa Mengancammu

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Kamis, 06 Januari 2022
Jarang Disadari, Ini Sifat Individu Manipulatif yang Bisa Mengancammu

Waspadai orang manipulasi. (Sumber: Unsplash/Christian Erfurt))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH kamu menjalin hubungan dengan seseorang yang membuatmu letih secara emosional? Orang-orang yang seolah selalu mengajakmu main permainan pikiran.

Apakah ada seseorang yang terus-menerus memainkan permainan manipulatif untuk mengendalikanmu? Mungkin pelecehan itu begitu halus dan berlangsung begitu lama sehingga kamu tidak menyadarinya.

Menurut laman The Power of Positivity, ada beberapa ciri orang bersikap manipulatif, antara lain:

1. Mereka 'menjebak' terlebih dahulu

romantis
Jebakan para manipulator. (Sumber: Pexels/Bruce Mars)

Manipulator ulung mungkin tampak sopan ketika mereka memintamu untuk mengutarakan pendapat. Mereka bahkan mendengarkan secara aktif dan mendukung semua opinimu. Jangan langsung tersanjung. Ini adalah kesempatan mereka untuk mengetahui kekuatan dan kelemahanmu secara diam-diam.

Setelah mereka mendengar pendapat dari sisimu, mereka mungkin sering memutarbalikkan kata-katamu untuk membuatmu bingung. Orang-orang manipulatif coba membiarkanmu mengeluarkan pendapatmu terlebih dahulu, sehingga mereka dapat membangun kendali. Ini adalah taktik umum manipulasi mental yang dapat jarang disadari.


2. Mereka mampu membungkam dengan fakta

fakta
Membungkam dengan fakta. (Sumber: Pexels/Pixabay)


Siapa yang suka mengobrol dengan orang yang tahu segalanya? Mengetahui lawan bicara kita cerdas tentu hal yang nyaman. Sebaliknya, jika mereka punya 'agenda' tersembunyi maka itu terasa menakutkan.

Orang-orang manipulatif cenderung punya wawasan luas. Namun mereka menggunakan wawasan yang dimiliki untuk membuat lawan bicara bungkam dan membuat mereka terlihat bodoh. Mereka bertujuan untuk menutup menutup kamu dan membuat kamu terlihat bodoh dengan banjir fakta mereka. Meskipun mereka dapat menyemburkan informasi yang salah atau kebohongan terang-terangan, mereka menggunakan manipulasi mental ini untuk mengendalikan orang lain.

Perilaku beracun semacam itu disebut intimidasi intelektual, jelas sebuah artikel yang diterbitkan oleh Exploring Your Mind. Orang-orang ini sering berpengetahuan dan menggunakan pendidikan dan prestasi mereka untuk membangun keunggulan. Alih-alih menggunakan pengetahuan sebagai alat yang bermanfaat, mereka menggunakannya sebagai kapak untuk menghina dan mempermalukan orang lain.

3. Ahli manipulasi mental mampu mendistorsi kebenaran

manipulatif
Membuat orang lain meragukan diri sendiri. (Sumber: Pexels/Mikhael Nilov)


Taktik lain dari orang yang bisa manipulasi mental adalah memutarbalikkan fakta baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Dia mampu membuat orang lain berada dalam kebingungan dan bisa melupakan kebenaran. Mereka sengaja memutarbalikkan fakta, sehingga membuat orang lain meragukan kemampuan sendiri.


4. Tekanan mental

tekanan mental
Tekanan mental. (Sumber: Pexels/Kat Smith)


Banyak keputusan penting membutuhkan waktu dan pertimbangan yang cermat. Jika orang di sekitarmu baik yang di rumah atau di tempat kerja menghargaimu, mereka akan mengerti dan memberi waktu. Sebaliknya, orang yang manipulatif tidak peduli akan waktu dan terus memberi tekanan.

5. Mereka berhenti bicara

berhenti bicara
Diam dan tidak memberi respon apapun. (Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto)


Ada kalanya manipulator ulung akan menutup percakapan dengan diam. Mereka tidak akan menanggapi pertanyaan atau pendapat lawan bicara secara langsung atau dalam bentuk komunikasi lain. Ini adalah taktik klasik untuk mengingatkanmu bahwa mereka memegang kendali.

6. Mereka terus mengkritik

kritik
Kritikan terus menerus. (Sumber: Pexels/Timur Weber)


Seseorang yang mencintai dan menghormatimu berusaha membangun harga dirimu bukan menghancurkannya. Bahkan ketika mereka menawarkan kritik yang membangun, itu dilakukan dengan baik dan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaikmu.

Jika mereka mengatakan sesuatu yang menyinggung di tengah panasnya pertengkaran, mereka biasanya menjadi yang pertama meminta maaf. Sementara tipe kepribadian manipulatif akan mendesak, merendahkan, dan mengkritik apa pun yang kamu katakan atau lakukan. Jika kamu terus mendengarkan komentar beracun mereka, kamu akan mulai meragukan diri sendiri. (avia)

#Kesehatan #Psikologi #Gangguan Psikologis #Sifat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan