Jangan karena Hal Sepele Jadi Muntaber

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 28 Oktober 2024
Jangan karena Hal Sepele Jadi Muntaber

Ilustrasi mencuci tangan. (Foto: Pixabay/Gentle07)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bolak-balik buang air besar (BAB), muntah dan perut yang terasa mual itu akibat dari penyakit muntaber. Ternyata, penyakit ini muncul lantaran hal sepele seperti tidak mencuci tangan.

Mencuci tangan sebetulnya mudah dan praktis, tidak sulit untuk dilakukan. Namun tak semua orang bisa melakukannya secara rutin.

Disebutkan studi dalam American Society for Microbiology, hanya sekitar 83 persen orang yang membersihkan tangan dengan mencucinya, setelah menggunakan toilet umum. Selain itu, hanya 19 persen orang di seluruh dunia yang mencuci tangannya setelah buang air besar.

Padahal seperti yang disampaikan Global Handwashing Partnership, mencuci tangan dapat menurunkan risiko penularan penyakit. Misalnya, infeksi saluran nafas akut sebanyak 16-23 persen, penurunan risiko pneumonia sebanyak 50 persen, penurunan pada infeksi neonatal, serta penurunan resiko diare hingga 48 persen.

Hingga, terbukti mengurangi kematian bayi terkait infeksi sebesar 27 persen dan mencegah penyakit lain seperti Ebola, SARS, dan COVID-19.

Baca juga:

Muntaber Mengintai Anak saat Banjir, Atasi dengan Langkah Ini

Hubungan mencuci tangan dapat menghentikan risiko muntaber, terletak pada penyebab muntaber itu sendiri. Dilansir dari Siloamhospital, disebutkan muntaber ditularkan dari penderita muntaber yang lainnya.

Seperti kontak fisik dengan seseorang yang terkontaminasi virus atau kuman, misalnya dengan berjabat tangan.

Lalu, orang tersebut tidak mengetahui telah terpapar kuman dan virus penyebab muntaber sebab ia tidak mencuci tangan dengan bersih. Ia juga tak mencucj tangannya setelah dari toilet atau mengganti popok anak.

Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus penyebab muntaber. Sering kali terjadi bila mengonsumsi makanan yang sama atau satu piring dengan penderita. (Tka)

#Muntaber #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan