Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

James Ward-Prowse, Spesialis Tendangan Bebas Pewaris Tradisi Akademi Southampton

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 19 Maret 2019
James Ward-Prowse, Spesialis Tendangan Bebas Pewaris Tradisi Akademi Southampton

James Ward-Prowse. (Zimbio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Southampton masih bertarung untuk menjauh dari zona degradasi Premier League 2018-19. Mereka terpaut dua poin dari Cardiff City yang berada di zona degradasi (urutan 18 klasemen).

Apabila Southampton mampu selamat dari degradasi musim ini, maka keberhasilan mereka tidak lepas dari kontribusi pemain berusia 24 tahun, James Ward-Prowse. Gelandang asal Inggris merepresentasikan segala hal dari salah satu akademi sepak bola terbaik di dunia di Southampton.

Kuat, berani, gigih, tidak ragu melakukan tekel, punya visi bermain dan operan yang bagus, plus tendangan bebas akurat ala David Beckham. Ward-Prowse berkembang pesat selama 16 tahun bermain untuk Southampton - dari akademi klub sejak tahun 2003.

Selebrasi gol James Ward-Prowse. (Zimbio)
Selebrasi gol James Ward-Prowse. (Zimbio)

Dua gol dari dua tendangan bebasnya ke gawang Manchester United dan Tottenham Hotspur mengingatkan kembali kepada publik Inggris: mereka masih punya gelandang lokal berbakat dengan tipe kreatif.

Mengambil ancang-ancang seperti Beckham saat ingin menendang bola dari tendangan bebas, Ward-Prowse juga membelokkan bola seperti ikon sepak bola Inggris itu. Bend it Like Beckham.

"Beckham, (Frank) Lampard, (Steven) Gerrard), seluruh pemain top Inggris yang ingin saya ikuti. Semuanya terinspirasi oleh David Beckham, tidak peduli meski Anda terlibat dalam sepak bola atau tidak, dia pria yang fantastis," terang Ward-Prowse.

Tendangan bebas yang diubah menjadi gol oleh Ward-Prowse ke gawang Man United memang tidak berakhir dengan kemenangan. Southampton kalah 2-3 dari tim yang sedang bagus-bagusnya bersama Ole Gunnar Solskjaer.

Tapi ceritanya berbeda ketika melawan Tottenham. Gol tendangan bebas pemain kelahiran Portsmouth, 1 November 1994, memberikan tiga poin krusial bagi Southampton (menang 2-1) untuk misi menjauh dari zona degradasi.

"Dia (Ward-Prowse) berkata akan membuat segalanya lebih sederhana. Dia gelandang kreatif, tapi tidak flamboyan (elegan), dia selalu ingin memainkan laga dengan sangat sederhana. Bagi saya, kemampuannya adalah visi mengoper bola dan kemampuan membaca permainan," ucap sang ayah, John Ward-Prowse.

Ward-Prowse merupakan contoh meleset dari istilah "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" - tentu saja dengan makna yang positif. John bukan pesepakbola profesional, melainkan pengacara yang selalu berurusan dengan dokumen.

Ward-Prowse sama sekali tidak tertarik untuk melanjutkan pekerjaan ayahnya itu. Baginya, pekerjaan ayahnya itu membosankan.

"Saya sama sekali tidak tertarik dengan hal semacam itu, saya melihatnya membosankan. Jumlah dokumen dan berapa banyak buku yang dibacanya," imbuh Ward-Prowse.

"Saya telah menyaksikannya di pengadilan sekali sebagai bagian dari pengalaman kerja ketika saya masih sekolah dan itu semakin membulatkan pemikiran saya! Saya segalanya lebih suka mengenai olahraga."

Tinggalkan Portsmouth demi Southampton

Portmouth dan Southampton merupakan dua klub rival sekota yang selalu beradu gengsi layaknya derby kota lainnya. Itulah mengapa, selalu ada alasan tersendiri mengapa Ward-Prowse lebih memilih Southampton ketimbang Portsmouth.

Lahir dan besar di Portsmouth, Ward-Prowse sempat berlatih dengan Portsmouth’s School of Excellence dan bermain untuk tim U-9 kala usianya masih tujuh tahun.

Ketika sebuah pilihan dihadapkan padanya saat menjelang hari jadi kesembilan, Ward-Prowse tanpa ragu memilih untuk pergi ke Southampton. Alasannya? Sederhana. Southampton salah satu klub yang memiliki akademi sepak bola terbaik dunia.

"Seperti saya, dia terlahir dan tumbuh di Portsmouth. Sebelum dia teken kontrak untuk Southampton, dia berlatih dengan Portsmouth’s School of Excellence dan dia bermain untuk tim U-9 di sana pada usia tujuh tahun," tutur John.

"Pada satu tahapan dia berlatih dengan Southampton dan Pompey lima malam dalams epekan, tapi kemudian hal yang tak dapat dihindari terjadi - kedua klub menemukan fakta tersebut!"

"Dia harus membuat keputusan pada bulan April sebelum ulang tahun kesembilannya. Tapi, dia akan selalu memilih Southampton karena reputasi fantastis dari akademi dan kualitas kepelatihan di sana. James bisa sekarang ini karena akademi Southampton," terangnya.

Akademi Southampton ada di antara barisan akademi top Eropa: La Masia Barcelona, Ajax Amsterdam, AS Monaco, Borussia Dortmund, dan Manchester United.

Beberapa alumni terkenal dari akademi Southampton ialah: Adam Lallana, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, Gareth Bale, Chris Baird, Wayne Bridge, dan Luke Shaw.

Tradisi itu berlanjut ke tim utama Southampton. Selain Ward-Prowse, ada Sam Gallagher, Yan Valery, Alfie Jones, Matt Targett, Josh Sims, dalam skuat Southampton terkini asuhan Ralph Hasenhuttl.

Hanya saja, Ward-Prowse saat ini alumni akademi terbaik yang bermain di tim utama dari segi kontribusi dan kualitas teknik yang dimilikinya. Dia paling senior karena promosi di tahun 2011 - dipromosikan oleh Nigel Adkins.

Hasenhuttl yang baru melatihnya sebentar - sejak ditunjuk menggantikan Mark Hughes musim ini, sudah dapat menilai bagaimana karakter dan kualitas bermain James Ward-Prowse.

"Saya pikir dia (Ward-Prowse) menanti lama untuk jadi bagian susunan pemain utama, di bawah manajer-manajer sebelumnya. Tapi itu menunjukkan mentalitasnya, bahwa dia tidak pernah berhenti bekerja keras," jelas Hasenhuttl.

"Saya memintanya untuk lebih agresif merebut bola. Kami semua tahu dia pesepakbola bagus, tapi dia juga bisa memenangi duel perebutan bola, bekerja keras untuk tim."

"Itu baru untuknya, tapi dia telah memperlihatkan bahwa dia bisa melakukannya. Saya menyukainya jika pemain bekerja keras sepanjang pekan dan kemudian, menunjukkan sesuatu yang mereka pelajari di laga akhir pekan," imbuh Hasenhuttl.

Pada usia yang masih relatif muda, 24 tahun, Ward-Prowse punya peluang besar mengikuti jejak alumni-alumni akademi Southampton yang bermain di klub besar Eropa, atau menjadi legenda Southampton seperti Matt Le Tissier (bermain pada medio 1986-2002).

Akan tapi saat ini, fokus James Ward-Prowse hanya satu: menyelamatkan Southampton dari jerat zona degradasi di delapan laga yang tersisa. (bolaskor.com)

Baca Juga: Kisah Sukses Riko Simanjuntak, Berjuang dari Divisi Bawah sampai Dipanggil Timnas Indonesia

#Southampton #Liga Inggris #Sepak Bola
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Josko Gvardiol Resmi Perpanjang Kontrak dengan Manchester City hingga 2031
Sejak tiba pada awal musim 2023/2024, Gvardiol tak sekadar jadi pelapis
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 17 menit lalu
Josko Gvardiol Resmi Perpanjang Kontrak dengan Manchester City hingga 2031
Olahraga
Arsenal Berani Pecahkan Rekor demi Vinicius Junior, Bruno Guimaraes Ikut Diburu
Arsenal masih berupaya mendatangkan Vinicius Junior. Lalu, Bruno Guimaraes juga ikut diburu.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Arsenal Berani Pecahkan Rekor demi Vinicius Junior, Bruno Guimaraes Ikut Diburu
Olahraga
Live Streaming DPMM FC vs Persib 28 Juli 2026, Maung Bandung Bidik Kemenangan
Link live streaming DPMM FC vs Persib akan dimulai Selasa (28/7) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Live Streaming DPMM FC vs Persib 28 Juli 2026, Maung Bandung Bidik Kemenangan
Olahraga
Chelsea Incar Jordan Henderson, Brentford Siap Kehilangan Gelandang Veteran
Chelsea mengincar Jordan Henderson. Pemain veteran itu bisa mengisi lini tengah The Blues.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Chelsea Incar Jordan Henderson, Brentford Siap Kehilangan Gelandang Veteran
Olahraga
Fenerbahce Ajukan Tawaran Rp 817 Miliar untuk Rafael Leao, AC Milan Tetap Minta Lebih
Rafael Leao selangkah lagi tinggalkan AC Milan. Fenerbahce sudah mengajukan tawaran Rp 817 miliar untuk pemain Portugal itu.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Fenerbahce Ajukan Tawaran Rp 817 Miliar untuk Rafael Leao, AC Milan Tetap Minta Lebih
Olahraga
Arsenal Masih Kejar Vinicius Junior, Real Madrid Tegas Ogah Lepas meski Dekati Yan Diomande
Arsenal siap memecahkan rekor demi Vinicius Junior. Real Madrid menegaskan tak mau lepas, meski mendekati Yan Diomande.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Arsenal Masih Kejar Vinicius Junior, Real Madrid Tegas Ogah Lepas meski Dekati Yan Diomande
Olahraga
Juventus Tancap Gas demi Joshua Zirkzee, Manchester United tak Lagi Tutup Pintu
Juventus kini mulai beralih ke Joshua Zirkzee, setelah gagal mendatangkan Randal Kolo Muani. Manchester United pun membuka pintu.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Juventus Tancap Gas demi Joshua Zirkzee, Manchester United tak Lagi Tutup Pintu
Olahraga
John Stones Makin Dekat ke Inter Milan, Dapat Gaji Fantastis Rp 81,7 Miliar per Musim
Inter Milan selangkah lagi mendatangkan John Stones. Ia akan memperoleh gaji Rp 81,7 miliar per musim.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
John Stones Makin Dekat ke Inter Milan, Dapat Gaji Fantastis Rp 81,7 Miliar per Musim
Olahraga
Indonesia Cukur Kamboja 3 - 0 Di Babak Pertama
Indonesia terus mendominasi permainan yang memaksa Kamboja untuk bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Indonesia Cukur Kamboja 3 - 0 Di Babak Pertama
Olahraga
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Kamboja 27 Juli, Laga Perdana di Piala AFF 2026
Link live streaming timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 dimulai Senin (27/7) pukul 20.30 WIB.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Kamboja 27 Juli, Laga Perdana  di Piala AFF 2026
Bagikan