Jalan Utama Penghubung OKU Selatan dan Timur Sumsel Putus Akibat Longsor
Jalan provinsi penghubung Kabupaten OKU Selatan dengan OKU Timur ambles akibat longsor. (ANTARA/Edo Purmana)
MerahPutih.com - Jalan utama penghubung antara Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dengan OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, putus akibat longsor yang disebabkan curah hujan tinggi sejak Minggu (17/11) malam.
"Hujan deras tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB menyebabkan jalan ambles hingga arus lalu lintas terputus," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres OKU Selatan AKP Desram di Muaradua, Senin (18/11).
Jalan provinsi yang ambles itu membentuk lubang besar. Posisinya berada di perbatasan Desa Lubar dan Desa Tanjung Sari, Kecamatan Simpang, Kabupaten OKU Selatan.
Akibat peristiwa tersebut arus lalu lintas kendaraan, terutama roda empat dari kedua arah lumpuh total yang menyebabkan antrean kendaraan sepanjang tujuh kilometer.
Baca juga:
19 Bencana dari Pohon Tumbang, Tanah Longsor, hingga Banjir Melanda Bogor dalam Sehari
"Putusnya jalan provinsi ini membuat lalu lintas kendaraan roda empat dari arah Muaradua ke Martapura, Kabupaten OKU Timur atau sebaliknya tidak bisa melintas sampai waktu yang belum ditentukan," ungkap AKP Desram.
Untuk sementara waktu dilansir dari Antara, kendaraan khusus roda dua bisa melewati jalan alternatif melalui jembatan darurat yang dibuat warga sekitar pascakejadian tersebut.
Saat ini anggota Satlantas Polres OKU Selatan masih berada di lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
2 Orang Meninggal Saat Cari Harta Karun di Antapani Bandung
68 Korban Longsor Cisarua Bandung Terindetifikasi, Tinggal 17 Jenazah Masih Diperiksa Tim DVI
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung
Longsor di Gunung Slamet Dibantah Akibat Aktivitas Penambangan
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
30 Kantong Jenazah Terindentifikasi, 48 Kantong Korban Longsor Cisarua Sudah Ditemukan
Tim SAR Tetapkan Masa Pencarian Korban Longsor Cisarua 14 Hari, Laporan Hilang Capai 108
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka