Jalan Kaki Baik untuk Kesehatan, Terapkan 3 Cara ini Biar Makin Optimal

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 17 Juli 2024
Jalan Kaki Baik untuk Kesehatan, Terapkan 3 Cara ini Biar Makin Optimal

Segera mulai rutin jalan kaki. (Foto: Unsplash/Arek Adeoye)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Olahraga murah dan mudah. Cukup dengan rutin jalan kaki tiap hari kamu dapat meraih seabrek manfaat kesehatan.

Selain itu, jalan kaki dapat mencegah kamu terkena berbagai macam penyakit serius. Jalan kaki juga baik untuk kesehatan jantung.

“Secara fisik, hal ini akan meningkatkan kesehatan kardiovaskular dengan memperkuat jantung, sehingga membantu sirkulasi, menurunkan tekanan darah, membantu pencegahan penyakit jantung dan stroke,” kata Matthew Nolan, seorang instruktur utama di Barry's di New York City, dikutip dari HuffPost, Rabu (17/7).

Nah, ada tiga kiat bisa kamu terapkan agar mendapatkan manfaat jalan kaki untuk kesehatan secara maksimal, antara lain:

Baca juga:

Nyeri Punggung Bawah Dapat Diatasi dengan Jalan Kaki

1. Pertahankan kecepatan berjalan yang cepat

Pedoman pemerintah AS mencatat bahwa orang dewasa memerlukan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu, yang dapat mencakup jalan cepat, bukan lambat.

Maka dari itu, amat penting untuk mempertahankan kecepatan cepat kamu selama berjalan, tetapi tidak masalah apabila kamu mau menguranginya saat lelah.

2. Latihan beban setelah jalan

Setelah jalan kaki, sebaiknya jangan langsung menyudahi sesi olahraga kamu. Lakukan latihan beban ringan seperti push up, sit up, dan plank. Cukup lakukan lima kali push up, 15 kali sit up, dan plank selama satu menit, masing-masing tiga set.

“Anda juga bisa berjalan sambil mengangkat beban ringan atau melakukan beberapa latihan beban tubuh sederhana seperti squat, lunge, atau push up di beberapa titik saat berjalan untuk melatih kelompok otot yang berbeda,” kata Matthew Nolan, seorang instruktur kebugaran di New York.

Baca juga:

Mudah, Sehatkan Mental dengan Rutin Jalan Kaki

3. Jalan menanjak dan menurun

Berjalan di jalan setapak yang berbukit merupakan cara lain untuk meningkatkan manfaat jalan kaki. Berjalan menuruni bukit terbukti meningkatkan kekuatan otot pada ekstremitas bawah dan mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular.

Sementara itu, berjalan menanjak dapat memberikan tantangan lebih besar pada sistem kesehatan kardiovaskular. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal itu dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan masalah sendi lutut. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan