MerahPutih.com - Aktivitas warga Jakarta berangsur normal kembali setelah warga melakukan mudik dan libur lebaran di berbagai daerah. Kondisi ini, berdampak pada beban atau pemakaian listrik juga mulai meningkat lagi.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengumumkan, terjadi peningkat 39,3 persen beban listrik di Jakarta, setelah libur Lebaran usai.
Baca juga:
30 Persen Pemudik Belum Balik ke Jakarta, Diduga ASN yang Masih WFH
General Manager PLN UID Jakarta Raya Lasiran menjelaskan, warga Jakarta sudah memulai rutinitas kembali, seperti perkantoran, pertokoan hingga pusat perbelanjaan.
"Meningkatnya aktivitas tersebut tercermin dari lonjakan beban listrik yang terjadi di siang hari tadi," katanya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (16/4),
Lasiran merinci, pada saat Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Rabu (10/4), beban puncak listrik di Jakarta sebesar 3.353 Mega Watt (MW).
Namun, seiring dengan kembalinya masyarakat ke rutinitas harian pada Selasa ini, beban listrik mencapai 4.671 MW atau meningkat 39,3 persen dibandingkan pada Lebaran pertama.
Meskipun terjadi lonjakan beban listrik, PLN menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik tetap dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Jakarta.
Beban listrik pada hari pertama kerja ini juga masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata harian yang mencapai 5.609 MW.
"Dengan daya mampu pasok listrik sebesar 10.089 MW, PLN yakin dapat memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta dengan andal," kata Lasiran.
PLN telah bersiaga dalam mengawal pasokan listrik selama periode Hari Raya Idulfitri 2024, yang masih berlangsung, yakni pada 3-19 April 2024. (*)
Baca juga:
Ingat! Besok Diskon Tarif Tol 20 Persen Arah Jakarta Mulai Berlaku