Tetap Bugar saat Lebaran

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 22 Juni 2017
Tetap Bugar saat Lebaran

Agar tetap bugar, istirahat yang cukup di malam sebelum Lebaran dengan tidur selama 7-8 jam. (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Di hari Lebaran, Anda biasanya menyantap banyak makanan. Bagaimana tidak, di hari kemenangan ini berbagai hidangan istimewa yang hanya disajikan di hari raya tersedia di meja makan.

Terlebih lagi jika Anda berkunjung ke rumah kerabat. Demi alasan kesopanan, Anda pun terpaksa menikmati hidangan yang disajikan. Tak hanya itu, Anda pun membutuhkan energi untuk berkeliling ke rumah para kerabat.

Lantas, bagaimana caranya agar Anda dapat menjaga pola makan dan tetap bugar saat Lebaran nanti? Diastika, seorang personal trainer di 20FIT menyebutkan agar Anda menjaga pola makan saat Lebaran nanti.

"Sebenarnya 'cheating' di Hari Lebaran boleh saja, cuma tetap saja, tidak bisa cheating begitu aja. Pola makan tetap harus dijaga. Jangan semua makanan dimakan. Tetap atur pola makan sama seperti sebelum Lebaran," ungkap Dias kepada merahputih.com baru-baru ini 20FIT, Gading Serpong, Tangerang.

Lebih lanjut, Dias mengatakan setelah hari Lebaran, Anda jangan malas untuk kembali berolahraga. Keesokan hari setelah lebaran, Anda harus kembali ke gym. Jangan menunggu lama.

"Kalau bisa besoknya juga udah latihan lagi," tambahnya.

Sementara itu, di Lebaran Anda pasti akan banyak berkunjung ke rumah kerabat Anda. Tentu hal ini akan melelahkan. Agar tetap bugar, pastikan Anda tidur cukup di malam sebelumnya dan tetap berolahraga.

"Agar tetap bugar ya tetap jaga pola makan, pola latihan, dan pola istirahatnya," ucap Dias.

Selama Anda tetap berolahraga di hari sebelum Lebaran, tubuh Anda pasti akan tetap bugar. Jaga juga pola makan, konsumsi makanan dengan nutrisi tinggi yang mengandung protein, vitamin, dan serat. Jangan lupa untuk mengurangi asupan karbohidrat untuk menjaga pola makan yang baik. Dan jaga pola istirahat Anda dengan cukup tidur.

"Untuk asupan karbohidrat cukup 2 kali sehari aja, pagi dan siang. Malamnya protein. Kalau selama puasa boleh saja makan karbohidrat ketika sahur dan berbuka, cuma jangan terlalu banyak, asal kenyang aja. Yang paling penting waktu istirahat dijaga, malamnya tidur 7-8 jam agar di hari raya bisa bugar," tutup Dias.

#20FIT #Tips #Lebaran #Menu Lebaran #Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan