MERAHPUTIH.COM - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus menjaga keselamatan pelanggan dan keandalan operasional layanan melalui pemanfaatan teknologi pemantauan pramudi berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital operasional Transjakarta melalui platform SYNTRA. Platform ini terintegrasi dengan teknologi advanced driver assistance system–driver monitoring system (ADAS-
DMS).
Teknologi tersebut berfungsi membantu mendeteksi potensi risiko selama operasional, seperti kelelahan, distraksi, hingga indikasi microsleep pada pramudi secara real-time. Apabila sistem mendeteksi adanya potensi gangguan konsentrasi atau kelelahan, sistem akan memberikan peringatan langsung kepada pramudi serta notifikasi kepada pusat kontrol operasional untuk mendukung langkah mitigasi yang cepat dan tepat.
Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi PT Transportasi Jakarta Raditya Rusdi menegaskan keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama dalam setiap pengembangan sistem operasional di Transjakarta.
"Kami tidak ingin mitigasi hanya mengandalkan pengawasan manual. Kami memperkuatnya dengan teknologi melalui SYNTRA yang sudah terintegrasi dengan ADAS-DMS untuk membantu mendeteksi kelelahan dan potensi microsleep pada pramudi secara real-time," ucapnya, Jumat (13/3).
Baca juga:
Biker Tewas Terlindas Bus TransJakarta di Jalur Bandengan, Polisi Beberkan Kronologisnya
Saat ini, sekitar 2.000 armada Transjakarta telah dilengkapi teknologi ADAS-DMS. Sementara itu, dari total lebih dari 5.000 armada, sekitar 3.000 armada lainnya akan dilengkapi secara bertahap. "Tahun ini kami akan mempercepat implementasinya ke seluruh armada. Di saat yang sama, kami juga sedang melakukan trial teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih dini, bahkan sebelum pramudi mulai bertugas," ujarnya.
Pada tahun ini, Transjakarta menargetkan percepatan implementasi agar teknologi keselamatan tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh armada.
Selain penguatan pemantauan saat armada beroperasi, Transjakarta juga tengah melakukan uji coba teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat aspek preventif, sehingga potensi kelelahan dapat dikenali lebih dini, termasuk sebelum pramudi mulai menjalankan tugasnya.
Melalui penguatan sistem yang bersifat real-time sekaligus preventif ini, Transjakarta berharap dapat terus meningkatkan standar keselamatan transportasi publik dan menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan responsif bagi seluruh pelanggan.(Asp)
Baca juga:
Cegah Kecelakaan, DPRD DKI Minta Pengemudi Transjakarta yang belum Siap tak Bawa Bus