Jadwal Pesepakbola Profesional Eropa Lebih Gila!
Kompetisi sepak bola Eropa membuat pemainnya memiliki jadwal sangat padat. (Foto: Unsplash/Mario Klassen)
TIDAK ada jadwal sepadat dan seketat yang dimiliki oleh para pesepakbola dibandingkan atlet profesional lainnya. Sepab bola profesional di Eropa bukan hanya sebagai industri olahraga saja, namun sudah menjadi tradisi yang harus ada sepanjang tahun.
Seperti yang dikatakan oleh Jurgen Klopp, manajer klub Liverpool, bahwa di sepak bola semuanya adalah kompetisi, tidak ada yang mau terdegradasi di akhir musim.
Baca Juga:
7 Olahraga Ekstrem yang Layak untuk Dicoba Sebelum Mati, Berani Coba?
Klopp mengatakan bahwa seorang petinju seperti Anthony Joshua tidak bertarung setiap detik. American Football, memiliki jeda musim panas yang lebih panjang dari musim kompetisi pada sepak bola profesional di Eropa, begitu juga dalam kompetisi bola basket yang punya liga musim panas.
Klopp mengeluhkan bahwa pemain adalah manusia juga yang memiliki batasan. Namun semua orang menginginkan kompetisi yang seru.
Laman BolaSkor menuliskan keluhan Klopp pada jadwal padat pesepakbola profesional Eropa yang menyulitkan mereka untuk beristirahat tiap tahunnya. Klopp tidak habis pikir bagaimana dengan istirahat para atletnya.
Contohnya sudah cukup sering terjadi, khususnya di Inggris yang baru akan menerapkan jeda musim dingin di musim ini (2019-2020). Gelandang Manchester United, Paul Pogba, bisa dijadikan contoh dari musim 2017-18 hingga Piala Dunia 2018.
Pogba bisa nyaris tidak berhenti bermain sepak bola. Ia bermain di Premier League, Eropa, Piala FA, Piala Liga, Pogba juga bermain di jeda internasional hingga Piala Dunia 2018.
Pogba juga mengikut laga-laga persahabatan dalam kegiatan pertandingan uji coba. Pasca partisipasinya di Piala Dunia 2018, Pogba hanya diberi libur tambahan tiga pekan sebelum memulai musim baru dengan Manchester United.
Baca Juga:
Hal yang sama juga terjadi pada Son Heung-min dari Tottenham Hotspur, yang menjalani rutinitas yang sama hingga bermain di Asian Games 2018 di Indonesia.
Laman QZ seperti yang dituliskan oleh laman BolaSkor mengungkapkan fakta yang membuktikan jadwal pesepakbola lebih padat dibanding atlet profesional lainnya. Dalam perbandingannya dengan
Anthony Joshua, petinju kelas berat Inggris, bertanding hanya dua kali setahun paling banyak tiga kali.
Kemudian American Football yang dimulai dari bulan September hingga Super Bowl pada Februari, ternyata mengakhiri musim reguler pada bulan Desember. Jika dihitung atlet hanya tiga bulan bermain dalam kompetisi. Sama dengan kompetisi bola basket profesional NBA dengab musim kompetisi reguler dari Oktober sampai April dilanjut dengan pasca musim di bulan Juni.
Sepak bola adalah olahraga populer dunia, tapi ironis tentunya jika kesehatan atau kebugaran pemain tidak diperhatikan. Bukan mustahil para pemain rentan cidera akibat kelelahan karena jadwal padat. (*)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Barcelona Jumpa Atletico Madrid di Semifinal Copa del Rey, Hadang Ambisi ke Final
Manchester United Kembali Incar Manuel Locatelli, Kembali Jadi Target Musim Panas
Sandro Tonali Frustrasi di Newcastle, Arsenal hingga Manchester City Siap Menggoda
Link Live Streaming Persib vs Malut United, 6 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Mogok Bela Al-Nassr, Liga Pro Saudi Tegaskan tak Ada Pemain di Atas Klub
Barcelona Pertimbangkan Perpanjang Kontrak Robert Lewandowski, Syaratnya Gaji Harus Dipangkas
Pakai Jersey Banten Warriors, Gelandang Timnas Indonesia Ivar Jenner Siap Bawa Energi Baru untuk Dewa United
Resmi Bergabung, Gelandang Timnas Ivar Jenner Puji Fasilitas Infrastruktur Dewa United
Jefferson Carioca Jadi Amunisi Baru Persis Solo, Siap Bantu Laskar Sambernyawa Bangkit
Link Live Streaming Inter Milan vs Torino, 5 Februari 2026