Jabodetabek Naik Level 3, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Agak Berat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 08 Februari 2022
Jabodetabek Naik Level 3, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Agak Berat

Ilustrasi - Beragam gedung di salah satu kawasan sentrabisnis Jakarta. ANTARA/M Razi Rahman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peningkatan status di wilayah Jabodetabek, DIY, Bali dan Bandung Raya dari PPKM Level 2 menjadi Level tiga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut pengamat ekonomi dari Institute For Development of Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara, pengetatan kegiatan masyarakat kembali ini memberatkan pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional sebesar 5 persen dalam kuartal pertama 2022 atau Januari, Februari dan Maret.

"Untuk bisa penuhi pertumbuhan total 5 persen di 2022 nampaknya agak berat," kata Bhima kepada Merahputih.com, Selasa (8/2).

Baca Juga:

Di Balik Mulai Pulihnya Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri

Dengan kenaikan PPKM Level 3 ini, kata dia, aktivitas ekonomi yang sebenarnya sedang tahap recovery bisa menurun kembali. Pertumbuhan kuartal I 2022 pada worst case scenario hanya bisa tumbuh 2-2,5 persen year on year.

"Apalagi di kuartal I masyarakat dihadapkan pada inflasi yang lebih tinggi dari naiknya harga beberapa kebutuhan pokok," jelasnya.

Diperparah lagi, pada kuartal pertama ini tidak ada momen atau hari besar di mana perputaran uang terjadi. Sehingga ekonomi nasional dapat tumbuh seperti yang diinginkan pemerintah.

"Di sisi yang lain Januari-Maret itu low-season karena tidak ada event besar seperti Ramadhan dan tahun baru sehingga pola pengeluaran juga terbatas," ujarnya.

Baca Juga:

Penerbangan Internasional ke Bali Telah Dibuka, Sandi: Bangkitkan Perekonomian

Solusinya untuk menjaga pertumbuhan di kuartal I, lanjut dia, maka daya dorong dari sisi belanja pemerintah harus dipacu, khususnya percepatan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di awal tahun.

"Belanja kesehatan juga harus dipastikan terdistribusikan dengan baik, sehingga punya efek pengganda yakni antisipasi penyebaran Omicron sekaligus memacu pertumbuhan industri kesehatan dalam negeri," tuturnya.

Petumbuhan ekonomi Indonesia juga bisa dibantu dengan kinerja ekspor dengan booming harga komoditas yang berlanjut. Tapi perlu dicermati juga dampak kebijakan pengetatan domestic market obligation (DMO) komoditas terhadap permintaan ekspor.

"Omicron juga membuat biaya shipping atau logistik ekspor naik signifikan, karena beberapa negara tujuan utama alami pengurangan tenaga kerja dan pengurangan jam kerja selama pembatasan sosial," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemulihan Ekonomi Tak Ingin Terganggu, Pegawai Hotel di Cirebon Dapat Vaksin Booster

#Pertumbuhan Ekonomi #Ekonomi #PPKM Level 3
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Bagikan