ITB Investigasi Meninggalnya Mahasiswa Saat Uji Pesawat Nirawak
Mahasiswa ITB meninggal.
MerahPutih.com - Uji coba pesawat nirawak UKM Aksantara di Lanud Sulaiman, membuat salah satu persertanya, Muhammad Rasyid Ghifary meninggal diduga akibat kecelakaan. Selasa (6/6).
Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan investigasi atas meninggalnya seorang mahasiswa yang tengah bersiap mengikuti Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI).
Baca Juga:
Soal Survei Litbang Kompas, Gen Z Yakin Prabowo Dapat Beri Jaminan Masa Depan
Kepala Biro Humas ITB Naomi Haswanto mengatakan, investigasi itu dilakukan oleh tim dosen pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aksantara dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Aksantara merupakan UKM yang bergerak di bidang robotika terbang.
Kecelakaan tersebut bermula saat Tim Aksantara bersama Ghifary sedang mempersiapkan alat pelontar untuk melakukan uji terbang wahana. Alat lontar tersebut, lanjut Naomi, terdiri atas karet elastis besar yang disangkutkan pada sebuah pasak besi besar.
"Namun, kondisi tanah tempat pasak dipindahkan rupanya berlumpur dan tak cukup kuat untuk menahannya. Sehingga, pasak itu terlontar dan mengenai Fary di bagian rahang bawah kanannya," jelasnya.
Setelah insiden tersebut, Ghifary langsung dilarikan ke RSAU Lanud Sulaiman. Namun, nyawa Ghifary tidak tertolong dan dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter di RS tersebut pada pukul 17.44 (WIB) karena adanya luka tumpul.
Naomi pun belum dapat memastikan terkait keberlanjutan kegiatan UKM Aksantara tersebut. Aksantara telah banyak mengukir prestasi pada kejuaraan kontes robot terbang, baik di skala nasional maupun internasional.
"Rektor ITB beserta jajaran mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga Fary (Ghifary) yang juga merupakan alumnus ITB dan kepada keluarga besar FTMD atas berpulangnya Fary," kata Naomi. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
ITB Gelar UTBK Gelombang II Sampai 28 Mei 2023
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
6 Jenazah Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan 250 Meter dari Puncak Gunung Bulusaraung
Jenazah Pramugari ATR 42-500 Florencia Lolita Teridentifikasi, Dikenali dari Sidik Jari dan Gigi
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
Korban Tewas Kecelakaan di Spanyol Capai 42 Orang, Bentuk Tim Khusus Penyelidikan
Aspal Berdarah Kalideres: Nenek 73 Tahun Tewas Usai Senggolan Maut Dekat Pabrik Kaleng
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel, DPR : Peringatan Keras untuk Industri Penerbangan Indonesia
Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang, Jumlah Korban Bisa Bertambah dengan 300 Orang Mengalami Luka Serius
Santunan Kecelakaan dari Jasa Raharja Capai Rp 3,2 Triliun, Ada 153.141 Korban Kecelakaan