Isu LRT Jakarta Rp 60 Ribu, Pramono Tegaskan Tarif Bukan Ditentukan Operator Tapi Gubernur
Rencana Perpanjang Rute Operasi LRT Jakarta Sampai JIS dan PIK 2
MerahPutih.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya yang berhak menentukan tarif LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai, bukan operator.
“LRT enggak bisa memutuskan sendiri, yang memutuskan itu Gubernur," kata Pramono, menjawab isu tarif baru LRT Jakarta Rp 60.000, kepada media, di Jakarta, dikutip Senin (17/11).
Menurut Pramono, pembahasan tarif baru masih terlalu dini karena proyek LRT Jakarta Velodrome-Manggarai sendiri belum resmi beroperasi. Saat ini, LRT Jakarta baru beroperasi dari Velodrome ke Penggangsaan Dua Kelapa Gading.
Baca juga:
Tarif LRT Jakarta Rp 60 Ribu Dinilai Kemahalan, Pengamat: Kalau Bisa di Bawah MRT Jakarta
Oleh karenanya, Pramono enggan berkomentar terlalu banyak terkait pernyataan Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, yang menyebutkan tarif rute Velodrome-Manggarai nanti bisa sampai Rp 60.000 dan menjadi viral.
"Maka sampai hari ini saya tidak komentar, karena jadi saja belum kok sudah mau masang tarif," ungkap Pramono.
"(Tarif LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai) Itu belum diputuskan," tandas orang nomor satu di Pemprov Jakarta itu.
Dirut LRT Jakarta Sebut Tarif Baru Bisa Sampai Rp 60.000
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen sempat menyatakan tarif baru LRT Jakarta setelah rute Velodrome-Manggarai beroperasi bisa mencapai Rp 60 ribu karena adanya peningkatan utilisasi dan efisiensi ekonomi per penumpang.
Menurut dia, harga tiket Rp 60 ribu dianggap wajar karena bisa mengurangi beban subsidi dari pemerintah yang selama ini mencapai Rp 55 ribu per penumpang untuk rute Velodrome-Pegangsaan Dua yang saat ini sudah beroperasi.
"Karena utilisasi kereta lebih tinggi, jadi per penumpang ekonominya sudah Rp 60 ribu. Itu juga mengurangi subsidi. Mudah-mudahan subsidi semakin tipis, dengan catatan laba meningkat," ucap Roberto.
Baca juga:
Soal Kabar Tarif LRT Velodrome-Manggarai Sampai Rp 60 Ribu, Gubernur Pramono: Jadi Saja Belum
Saat ini, jalur LRT Jakarta yang telah beroperasi terdiri atas satu lintas pelayanan, yaitu Lin/Koridor 1, dengan panjang 5,8 km (3,6 mi) dengan tarif Rp 5.000.
Jalur ini menghubungkan Stasiun Pegangsaan Dua di daerah Kelapa Gading dengan Stasiun Velodrome di Pulo Gadung. Jalur LRT ini sepenuhnya berbentuk layang yang melayani 6 stasiun. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
6,5 Tahun Menjabat, Syafrin Liputo Dinilai Gagal Wujudkan ERP di Jakarta
Hadiri Munas INTI 2025, Pramono Anung Tegaskan Jakarta Milik Semua Golongan
Pemprov DKI Kirim 15 Ton Pangan untuk Stabilkan Harga di Kepulauan Seribu
Pemprov DKI Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Siap Jadi Kota Global, Perkuat Sinergi dan Gencarkan Inovasi
Gubernur Pramono Tanggung Biaya Pemakaman Korban Meninggal Kebakaran Gedung Terra Drone, Bentuk Kehadiran Negara dalam Situasi Darurat
Pesepeda Meninggal di Sudirman, Gubernur Pramono: Saya tak Menyalahkan Siapa Pun
Struktur Gedung Terra Drone Dinilai Langgar Aturan, Pramono: Tangganya Kecil Banget
Standar Keselamatan Diduga Tak Dipenuhi, Pemprov DKI akan Evaluasi Seluruh Gedung Setelah Insiden Kebakaran Terra Drone
Bukan Gaya, Ini Alasan Pramono Anung Tetap Berkostum Persija Saat Tinjau Kebakaran Terra Drone