Merahputih.com - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima per 24 Januari, terdapat 93 warga negara Indonesia yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.
"Jumlah WNI yang ada di Provinsi Hubei sebanyak 243 orang. Berdasarkan surat dari pengurus perhimpunan pelajar Indonesia Tiongkok cabang Wuhan, jumlah WNI yang ada di Kota Wuhan 93 orang," ujar Fadjroel dalam keterangan di Jakarta, Jumat (31/1).
Baca Juga:
Bill Gates Sumbang Dana Jutaan Dollar untuk Perangi Virus Corona
Sementara 150 WNI lain di Provinsi Hubei tersebar di kota-kota lain selain Wuhan. Pengurus perhimpunan pelajar Indonesia di Wuhan selalu bekerja sama dengan KBRI di Beijing di bawah direktorat perlindungan WNI.
Fadjroel menyampaikan tidak ada WNI di Wuhan yang terjangkit virus corona. Semua mahasiswa di Wuhan rata-rata tinggal di asrama dan selalu dipantau oleh pihak kampus.
Presiden Jokowi sendiri secara tegas telah memerintahkan agar evakuasi seluruh WNI di Provinsi Hubei segera dilaksanakan.
Namun, perlu ditekankan bahwa berdasarkan keterangan perhimpunan pelajar Indonesia di Tiongkok cabang Wuhan disebutkan bahwa akses transportasi dari dan menuju Wuhan ditutup sementara untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.
Setelah rapat terbatas terkait penanganan WNI di Provinsi Hubei, Kamis (30/1), semua kementerian dan pihak terkait terus-menerus melakukan koordinasi berdasarkan instruksi Presiden, di bawah koordinasi dua Menkopolhukam dan Menko PMK.
Baca Juga:
Sedangkan pemerintah sejauh ini telah mengalokasikan dana sedikitnya Rp133, 2 juta untuk keperluan logistik WNI yang berada di Hubei, terutama untuk dimanfaatkan membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari selama dalam kondisi karantina. (*)