Ironi Candra Naya, Penyelamat Hidup Orang Banyak yang Tertindas

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 27 April 2016
Ironi Candra Naya, Penyelamat Hidup Orang Banyak yang Tertindas

Ketua Perhimpunan Sosial Candra Naya, I Wayan Suparmin sedang menunjukkan bukti dan surat-surat keterangan, di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Rabu (27/4).(Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Ketua Umum Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) I Wayan Suparmin tak bisa menutupi rasa kecewanya atas perilaku pihak pengelola Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) yang sudah menjual lahan mereka kepada Pemprov DKI Jakarta. 

Sebab, lahan yang menjadi cikal bakal berdirinya Rumah Sakit Sumber Waras diperoleh dari kerja keras para pendiri Perkumpulan Sin Ming Hui (kini lebih dikenal dengan Perhimpunan Sosial Candra Naya). 

"Mulanya, lahan Sumber Waras dibeli dari hasil patungan dari uang masyarakat. Saat itu namanya Perkumpulan Sin Ming Hui. Uang patungan digunakan untuk mendirikan poliklinik yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, tanpa dipungut biaya," jelas Wayan kepada wartawan di Gedung Candra Naya, Gajah Mada, Jakarta Barat, Rabu (27/4).

Berdasarkan penelusuran merahputih.com, Sin Ming Hui yang artinya Sinar Baru, merupakan kumpulan wartawan muda di surat kabar Sin Po yang dikenal idealis, jujur, pandai namun tidak punya banyak uang. Mereka mendirikan Perkumpulan Sin Ming Hui di Jakarta pada 26 Januari 1946 untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, yaitu dengan mendirikan poliklinik.

Para pendiri Sin Ming Hui bermimpi poliklinik berubah menjadi rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Begitu mendengar Sin Ming Hui akan mendirikan rumah sakit sumbangan dari masyarakat pun mengalir. Saat itu, pada 31 Januari 1956 terkumpul lah uang sebesar Rp1.034.703,07. Antusiasme masyarakat untuk menyumbang karena rasa simpati dengan aksi-aksi sosial yang dilakukan Sin Ming Hui selama ini. Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit dilakukan pada 3 Januari 1956.

Rumah Sakit Sumber Waras (Foto: rssumberwaras.com)

 

Dengan berdirinya Rumah Sakit Sumber Waras, para pendiri berpikir untuk mendirikan yayasan terpisah yang akan fokus mengelola rumah sakit. Maka berdirilah Yayasan Kesehatan Candra Naya (YKCN) yang terpisah dari induk organisasinya Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN). Ihwal nama PSCN, Wayan menjelaskan saat itu ada larangan dari pemerintah untuk menggunakan nama Tionghoa, maka Sin Ming Hui berubah nama menjadi PSCN.  

Sertifikat tanah lahan Rumah Sakit Sumber Waras pun dibagi dua, yaitu atas nama YKCN seluas 36.410 meter persegi yang bersertifikat hak guna bangunan (HGB). Sedangkan atas nama PSCN dengan sertifikat hak milik (SHM) dengan luas 32.370 meter persegi. Pemisahan ini dilakukan dengan tujuan agar jika rumah sakit berkembang tidak melupakan organisasi induknya Perkumpulan Sin Ming Hui atau Perhimpunan Sosial Candra Naya. 

Setelah pemberontakan G30S/PKI, YKCN memisahkan diri PSCN dan mengganti nama menjadi Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW). YKSW diketuai oleh Patmo Soemasto, yang juga merangkap Ketua PSCN. Patmo didampingi sekretaris Liem Tjing Hien alias Djojo Muljadi (suami Kartini Muljadi). Di masa itu, Patmo menghibahkan lahan bersertifikat hak milik dari Candra Naya ke YKSW tanpa persetujuan anggota.

Wayan yang meneruskan menjadi Ketua PSCN pada 2000 menggugat proses hibah itu. Namun, Kartini Muljadi yang menjadi Ketua YKSW mulai 2002 punya pandangan berbeda.

"Kami mengganggap (hibah) itu sudah melanggar AD/ART. Kami anggap hibah itu tidak sah. Tapi, Kartini Muljadi yang saat itu jadi Notaris mengganggap hibah itu sah," tuturnya.

Kini, polemik Sumber Waras terus bergulir menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok pun sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta (Ahok) membeli lahan Sumber Waras dari Kartini Muljadi senilai Rp20.755.000 permeter persegi. (Abi)

BACA JUGA: 

  1. Perhimpunan Candra Naya Akan Gugat Jual-Beli Sumber Waras
  2. Proses Jual Beli RS Sumber Waras Janggal
  3. Kasus RS Sumber Waras Bakal Seret Ahok ke KPK
  4. Fadli Zon: Kasus Sumber Waras Ibarat Beli Mobil Mercy Dapat Mobil Kijang
  5. Pembelian Lahan RS Sumber Waras Dilaporkan ke KPK
#Sin Ming Hui #Gubernur Ahok #Pemprov DKI #Kasus RS Sumber Waras #Candra Naya
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Pramono membawa suara kawasan ESEAO ke panggung internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Indonesia
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Area bebas kendaraan di sisi timur mencakup Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca, sementara sisi barat meliputi Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Indonesia
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Bakal Jadi Kado HUT ke-499 Kota Jakarta
Meski memuji kecepatan kerja di lapangan, ia menekankan agar aspek teknis tetap menjadi perhatian utama pengembang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Bakal Jadi Kado HUT ke-499 Kota Jakarta
Indonesia
Jakarta Darurat Perlintasan Sebidang, Pramono Anung Tunggu Titah KAI Demi Keselamatan Bersama
Pemerintah DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya jika KAI memerlukan bantuan teknis maupun personel di lapangan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Jakarta Darurat Perlintasan Sebidang, Pramono Anung Tunggu Titah KAI Demi Keselamatan Bersama
Indonesia
Jakarta Darurat Air Keras, DPRD DKI Desak Perda Ketat Awasi Penjualan Bahan Kimia Berbahaya
Koordinasi dengan Kementerian Perindustrian juga menjadi poin krusial untuk memantau rantai pasok bahan kimia impor sejak dari pelabuhan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Jakarta Darurat Air Keras, DPRD DKI Desak Perda Ketat Awasi Penjualan Bahan Kimia Berbahaya
Indonesia
Pasar Santa Direvitalisasi, Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Lebih Modern dan Nyaman
Pemprov DKI dan Perumda Pasar Jaya segera merevitalisasi Pasar Santa. Nantinya, tempat itu akan memiliki wajah baru yang lebih modern dan nyaman.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pasar Santa Direvitalisasi, Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Lebih Modern dan Nyaman
Indonesia
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Pemprov DKI Jakarta sudah melaksanakan aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Indonesia
El Nino 2026 DIperkirakan Hantam Jakarta Lebih Ganas dan Lama, Pemerintah Mulai Oprek Teknologi Modifikasi Cuaca
Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
El Nino 2026 DIperkirakan Hantam Jakarta Lebih Ganas dan Lama, Pemerintah Mulai Oprek Teknologi Modifikasi Cuaca
Indonesia
Kendaraan Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Kawasan Senopati Ditindak, Tenda Valet Juga Ikut Diangkut
Selain menyasar parkir liar, Sudinhub Jaksel memberikan perhatian khusus pada akses bagi penyandang disabilitas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Kendaraan Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Kawasan Senopati Ditindak, Tenda Valet Juga Ikut Diangkut
Bagikan