Irit Biaya Listrik dengan PLTS Atap
PLTS Atap pada Pabrik (FOTO: ISTIMEWA)
PEMBANGKIT listrik tenaga surya (PLTS) menjadi primadona di kalangan industri dan bisnis. Sebagai energi terbarukan, PLTS banyak ditemui di atap-atap pabrik, pusat perbelanjaan, gudang pendingin, bangunan perkantoran hingga perusahaan logistik.
Salah satu alasan para pegiat industri beralih ke PLTS yakni penghematan biaya. "Sebagai pemain di industri rantai pendingin, kami harus selalu menjaga suhu di gudang penyimpanan kami dan konsumsi energi listrik merupakan komponen biaya operasional terbesar," ujar Liza Amalia, logistic solution manager MGM Bosco Logistic.
Dirinya mengatakan, pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS atap merupakan langkah strategis untuk menekan biaya operasional sekaligus menerapkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca juga:
Pemanfaatan PLTS atap sendiri telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bentuk dukungan tersebut berupa penerbitan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2019 tentang kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri Yang Dilaksanakan Berdasarkan Izin Operasi dan revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 49/2018.
"Kami akan terus menyusun kebijakan untuk mendorong pemasangan PLTS atap baik di gedung pemerintahan maupun gedung BUMN," ucap Kasubdit Keteknikan dan Lingkungan Aneka EBT Kementerian ESDM, Martha Relitha Sibarani.
Dirinya juga berharap, masyarakat di level rumah tangga turut bersedia untuk beralih ke PLTS. Meski demikian, ia menghimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih panel.
"Banyak yang murah tetapi harus lebih cermat karena sayang kalau murah tetapi gampang rusak. Ujung-ujungnya engga di pakai," jelas Martha.
Baca juga:
Sementara itu, PT Xurya Daya Indonesia sebagai start-up pelopor energi terbarukan mengatakan akan terus berkomitmen untuk menunjukkan dukungannya pada program pemerintah tersebut.
"Kami akan terus berusaha untuk melakukan peningkatan kualitas agar lebih banyak yang bisa merasakan manfaatnya," jelas Managing Director Xurya Daya, Eka Himawan.
"No excuse untuk kesalahan sekecil apapun. Sebisa mungkin PLTS ini harus tetap bekerja. Mati 10 menit saja maka satu rangkaian harus dibuang dan itu bisa merugikan perusahaan," lanjutnya. (Avia)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!