Iran Ultimatum AS, Jadikan Laut Oman Kuburan Kapal AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Iran Ultimatum AS, Jadikan Laut Oman Kuburan Kapal AS

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketegangan regional di Timur Tengah, terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu serangan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.

Amerika Serikat melakukan blockade Selat Hormuz setelah perundingan yang difasilitasi Pakistan Gagal. Dan Iran juga melakukan hal yang sama membatasi kapal keluar masuk.

Iran mengancam akan melawan Amerika Serikat atas blokade angkatan lautnya, dengan memperingatkan bahwa Laut Oman dapat berubah menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal AS jika ketegangan terus meningkat.

"Saran saya kepada AS adalah mundurlah sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Jika tidak, maka yang kami pahami adalah bahwa blokade laut merupakan tindakan perang dan meresponsnya adalah hak alami kami," kata Anggota Dewan Kemaslahatan Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu (17/5).

Baca juga:

Nyali Besar Kapal Tanker Jepang Terobos Selat Hormuz Tanpa Bayar ke Iran

Rezaei menambahkan, pertahanan Iran tidak boleh diartikan sebagai sikap menerima terhadap tekanan atau ancaman.

"Jika kami telah bersabar hingga sekarang, maka itu bukan berarti kami menerimanya," ucapnya.

Ia mempertanyakan alasan di balik masih adanya militer AS di kawasan Teluk. Washington tidak lagi memiliki pembenaran seperti yang dulu digunakan untuk mempertahankan perannya di kawasan tersebut.

"Amerika datang ke sini dan membawa kapal-kapal perangnya. Siapa musuh mereka? Dulu mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi," katanya.

Selat Hormuz selama ini tetap terbuka untuk perdagangan. Iran kampanye militer asing dan bukan lalu lintas komersial di jalur perairan tersebut. (*)

#Selat Hormuz #Iran #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan