INTI Terima Kunjungan Delegasi CPPCC Terkait Investasi Perkebunan
Pertemuan INTI dan CPPCC di Kantor Sekretariat INTI. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menerima kunjungan delegasi CPPCC (Chinese People Political Consultative Confrence) dari Wilayah HuQiu SuZhou Tiongkok di Kantor Sekretariat INTI Gedung MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).
Juru Bicara INTI, Lexyndo Hakim mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia dan Cina dalam meningkatkan Investasi kedua Negara.
Selain itu, kunjungan ini nantinya akan dilanjutkan dengan agenda melihat lahan seluas 55.000 hektare di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lahan itu nantinya digunakan untuk kebutuhan investasi perkebunan.
"Warga Cina ini investasi di Ketapang 55.000 hektar untuk perkebunan," kata Lexy kepada merahputih.com, Kamis (28/3).
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya yang memiliki inisiatif mengajak warga di Cina untuk berinvestasi di Indonesia dan salah satu contohnya adalah lahan di Ketapang.
Menurut Lexy, langkah yang dilakukan warga Cina itu ke Indonesia merupakan contoh yang baik. Datang ke Tanah Air untuk berinvestasi bukan mengambil hasil perkebunan.
"Jadi mereka tanam dulu kebun dengan pohon, nanti baru bikin triplek mebel ini segala. Karena lahannya gede mereka juga bikin industri pembangkitan listrik karena butuh listrik di sana di bikin pelabuhan terus diundang teman-teman di Cina yang punya pabrik untuk datang ke Indonesia," tuturnya.
Disamping itu juga, kata dia, hasil dari investasi itu untuk membangun kebutuhan karyawan dan masyarakat sekitar berupa sekolahan dan tempat ibadah.
"Dia mau nggak mau harus bikin sekolahan. Jadi jika pekerja di sana sudah mulai padat, mau nggak mau harus bangun sekolahan, tempat ibadah, dan rumah sakit," tutupnya. (Asp)
Baca Juga: Perhimpunan INTI Jawa Tengah Adakan Musdalub dan Pelantikan Pengurus Daerah 2018
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Pengguna Aktif Pintu Naik 38%, Sinyal Kuat Masyarakat Percaya ke Aset Digital
Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi