Kesehatan

Inilah Sebabnya Jangan Konsumsi Kopi dan Teh di Pesawat

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 07 Juni 2018
Inilah Sebabnya Jangan Konsumsi Kopi dan Teh di Pesawat

Berpikirlah dua kali untuk memesan kopi atau teh di pesawat. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI sebagian orang kafein telah menjadi bagian hidupnya. Hampir di setiap kesempatan gelas kopi teh selalu tersedia di meja atau genggamannya. Bahkan kopi dan teh menjadi salah satu minuman yang kerap di pesan saat hendak melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Bagi kalian yang terbiasa memesan segelas kopi atau teh di pesawat, kini saatnya menghentikan kebiasaan tersebut.

Kita mungkin akan segera mengurungkan niat untuk memesan kopi atau teh di pesawat jika mengetahui fakta di baliknya. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Vice, seorang pramugari menguak fakta baru yakni air yang digunakan untuk membuat kopi atau teh di pesawat mengandung bakteri E. Coli. Pasalnya, air yang digunakan untuk membuat kopi atau teh sama dengan air yang digunakan untuk toilet.

serving
Penelitian menemukan bakteri dari air pembuat kopi atau teh. (Foto: Reader's Digest)

"Baru-baru ini perusahaan kami melakukan tes bebas bakteri E.Coli dan air untuk membuat teh, ternyata tidak lolos," ucap pramugari sebuah maskapai terkenal Amerika yang tak ingin disebutkan namanya ini. Hal berbeda terjadi pada segelas air mineral atau air es. Kedua minuman tersebut dinyatakan steril dan bersih bakteri E.Coli.

EasyJet telah mengonfirmasi bahwa air yang disimpan di pesawat udara digunakan untuk membuat minuman panas dan untuk menyiram toilet. Meski demikian, pihaknya menampik jika air tersebut mengandung bakteri E.Coli. "Kami menggunakan air segar karena itu untuk dikonsumsi," terang perwakilan EasyJet.

Di tahun 2012 Environmental Protection Agency menemukan fakta bahwa dari hasil uji laboratorium, 12 persen air yang berasal dari maskapai penerbangan komersial positif mengandung bakteri coliform, jenis bakteri lain yang serupa dengan E.Coli.

kopi
Sebaiknya minum kopi sebelum atau sesudah penerbangan. (Foto: pinterest)

Selain itu Travel+Leisure mengatakan bahwa tangki air di pesawat hanya dibersihkan setiap enam bulan hingga setahun sekali. Para karyawan di maskapai penerbangan merasa khawatir dan mengeluhkan tentang kebersihan sistem air di maskapai tempat mereka bekerja. "Kami tidak diberi persediaan yang cukup untuk membersihkan wadah air," ucap seorang narasumber.

Itulah sebabnya kopi dan teh yang tersedia di pesawat tak seenak kopi yang disajikan saat di daratan. Hentikan kebiasaan minum kopi dan teh di pesawat secinta apapun kita dengan kopi. (avia)

#Kopi #Pesawat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pemerintah Siapkan Insentif PPN DTP Tiket Pesawat Libur Nataru 2027
Suasana bongkar muat barang untuk bagasi pesawat Super Air Jet di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Insentif PPN DTP Tiket Pesawat Libur Nataru 2027
Indonesia
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Kunjungi Café & Brasserie Expo (CBE) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2. Temukan pameran kopi, pelatihan barista, peluang bisnis kafe, dan promo spesial BCA.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Berita Foto
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi Sangga Buana di Kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Indonesia
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Pesawat ini juga dikerahkan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara atau air to air refuiling.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Indonesia
Garuda Indonesia Batalkan Seluruh Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Imbas Erupsi Anak Krakatau
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung hingga 7 September 2026 pukul 12.00 WIB akibat erupsi Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Garuda Indonesia Batalkan Seluruh Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Imbas Erupsi Anak Krakatau
Bagikan