Inilah Hasil Kunjungan Kenegaraan Jokowi ke Sydney Australia

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Senin, 27 Februari 2017
Inilah Hasil Kunjungan Kenegaraan Jokowi ke Sydney Australia

Jokowi dalam kunjungannya ke Australia. (FOTO Dok. KSP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan, kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokwi) ke Sydney Australia, telah memberikan hasil konkret. Di antaranya di bidang ekonomi, politik, hukum dan keamanan, serta peningkatan hubungan "people to people".

Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Australia Turnbull sepakat untuk menyelesaikan IA-CEPA pada akhir tahun 2017.

"Tapi tentunya, satu hal yang perlu selalu kita lakukan adalah apapun 'arrangement' yang akan kita lakukan, dasar utamanya adalah kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Retno seperti dilansir Antara, Senin (27/1).

Ia juga mengungkapkan, di bidang politik, hukum dan keamanan beberapa kerja sama akan ditingkatkan, antara lain penanggulangan kejahatan lintas negara, penanggulangan terorisme dan IUU fishing.

"Dan kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui pilar 'two-plus-two' juga kerja sama antara Menkopolhukam dan Jaksa Agung Australia dalam membentuk 'ministerial counci'," ucap Menlu.

Untuk meningkatkan kerja sama "people-to-people", Presiden meluncurkan tiga balai bahasa di Perth, Melbourne dan Canberra. "Dan ada beberapa lagi yang akan didirikan di Australia ini. Balai bahasa ini harus dilihat dari upaya kita untuk lebih menginternasionalisasi bahasa kita," katanya.

Hubungan "people to people" diyakini akan semakin menguatkan hubungan kedua negara, karena saat ini terdapat 20.000 pelajar Indonesia di Australia dan Indonesia merupakan destinasi favorit bagi pelajar Australia melalui program New Colombo Plan.

"Indonesia merupakan destinasi terfavorit bagi pelajar Indonesia yang akan sekolah ke Asia. Sudah lebih dari 3,000 pelajar Australia di Indonesia," ucap Menlu.

Di bidang perdagangan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan akses untuk pasar herbisida dan pestisida. Nilai impor Australia untuk kedua jenis zat kimia pembasmi hama tersebut mencapai 1,3-1,5 miliar dolar AS.

Dengan diberikannya akses masuk ini diharapkan nilai ekspor Indonesia untuk kedua jenis zat kimia pembasmi hama tersebut dapat meningkat karena selama ini terhambat oleh tarif.

"Indonesia hanya bisa masuk dengan 50 juta dolar AS karena berbagai hambatan tarif," ucap Enggartiasto.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia akan menyamakan tarif bea masuk gula dari Australia dengan gula dari ASEAN.

"Jadi kalau dari sisi kita, kita hanya mengalihkan saja. Kita masih tetap impor tapi sekarang sebagian dari Thailand, sebagian bisa juga dari Australia," ujar Enggartiaso.

Upaya itu dilakukan untuk menghindari ketergantungan impor gula dari satu negara. " 'Raw sugar'_ itu kita hanya impor dari Thailand sehingga harganya mereka yang tentukan," katanya

Adanya negara lain, dalam hal ini Australia, untuk mengimpor gula, akan dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia. "Maka kita bisa membandingkan dan harga itu diharapkan bisa lebih turun," ujar Presiden.

Hal lain yang terkait dengan perdagangan adalah mengenai relaksasi sapi. Pemerintah telah menetapkan relaksasi berat sapi, dari 350 kg menjadi 440 kg.

Dengan kondisi seperti itu, maka harga sapi bakalan turun 1 dolar AS per kg. Pada waktu dikirim, setelah 4 bulan proses penggemukan, harga daging sapi segar akan turun. "Di luar dari harga daging beku yang sekarang sudah ada dengan maksimum Rp80.000 per kg," kata Enggartiasto.

Untuk ekspor kertas ke Australia, Menlu meyakini tidak akan terjadi hambatan karena Indonesia adalah negara pertama di Asia yang memiliki lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT VPA).

"Dengan adanya FLEGT yang diakui oleh Uni Eropa menunjukan kesinambungan dari produk Indonesia. Dengan 'advantage' itu, maka saya yakin tuduhan-tuduhan yang berkaitan dengan sustainability tidak beralasan lagi," ucap Retno.

Investasi Sementara itu di bidang investasi, Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan nilai investasi yang akan diinevstasikan dari investor Australia adalah sebesar Rp39 triliun dalam 3-5 tahun ke depan.

"Saya total-totalkan dari investasi-investasi yang kita terima. Totalnya kira-kira Rp39 triliun. Itu investasi yang kita targetkan dalam 3-5 tahun ke depan," ucap Thomas.

Investasi dari Australia itu dalam berbagai bidang, seperti pertambangan, wisata bahari, infrastruktur hingga prasarana air. Selain itu, kerja sama juga dilakukan di bidang ekonomi digital.

#Presiden Joko Widodo #Perdana Menteri Australia #Menteri Luar Negeri
Bagikan
Ditulis Oleh

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.

Berita Terkait

Indonesia
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Menurut Sugiono, Prabowo sudah dua kali diundang Macron untuk kunjungan resmi kenegaraan.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Indonesia
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Menlu RI Sugiono menyebut sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan Israel dan kini menuju Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Indonesia
Pemerintah RI Koordinasi dengan Yordania dan Turki soal 9 WNI Ditahan Israel
Menlu Sugiono memastikan pemerintah terus memantau kondisi 9 WNI yang ditahan Israel, setelah misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla diintersepsi menuju Gaza.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Pemerintah RI Koordinasi dengan Yordania dan Turki soal 9 WNI Ditahan Israel
Indonesia
Prabowo Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja di KTT ASEAN: Utamakan Dialog dan Negosiasi
Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai konflik Thailand dan Kamboja lewat dialog dan negosiasi dalam KTT ASEAN di Filipina.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 Mei 2026
Prabowo Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja di KTT ASEAN: Utamakan Dialog dan Negosiasi
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Indonesia
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Protes Keras dan Tuntut Investigasi
Indonesia mendesak investigasi cepat dan transparan atas serangan di Lebanon yang menewaskan prajurit TNI dalam misi UNIFIL.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 31 Maret 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Protes Keras dan Tuntut Investigasi
Indonesia
TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Kecam Serangan Israel dan Desak Investigasi
Anggota TNI Praka Farizal tewas dalam misi UNIFIL di Lebanon. Menlu Sugiono kecam serangan Israel dan desak investigasi penuh serta deeskalasi konflik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 30 Maret 2026
TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Kecam Serangan Israel dan Desak Investigasi
Indonesia
Menlu Sugiono: Yordania Siap Support Pasukan Perdamaian RI ke Palestina
Menlu Sugiono menyebut Yordania siap mendukung pengiriman pasukan Indonesia untuk menjaga perdamaian di Gaza.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Februari 2026
Menlu Sugiono: Yordania Siap Support Pasukan Perdamaian RI ke Palestina
Indonesia
Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat Palestina, Tegaskan Langgar Hukum Internasional
Menlu Sugiono kecam pendudukan Israel di Tepi Barat dalam rapat DK PBB. Indonesia tegaskan langkah tersebut langgar Resolusi 2334 dan hukum internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 19 Februari 2026
Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat Palestina, Tegaskan Langgar Hukum Internasional
Indonesia
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Sejalan soal Palestina
Menlu Sugiono tegaskan DK PBB dan Board of Peace harus saling memperkuat demi perdamaian Palestina dan penyelesaian konflik Gaza.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 19 Februari 2026
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Sejalan soal Palestina
Bagikan