Ini Yang Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi 2023

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Februari 2024
Ini Yang Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi 2023

Pedagang subuh di Jalan Sunankalijaga Rangkasbitung Kabupaten Lebak. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan IV-2023.

Pada triwulan IV-2023, besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp 5.302,5 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp 3.139,1 triliun.

Baca Juga:

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan IV-2023

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran secara kumulatif (c-to-c) pada 2023.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan kumulatif tahun 2023 dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,55 persen,” ujarnya di Jakarta, Senin (5/2).

Ia mengatakan, konsumsi rumah tangga terus tumbuh karena inflasi yang terkendali dan daya beli masyarakat yang terjaga. Sektor pariwisata yang mulai pulih selama libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru mendongkrak konsumsi rumah tangga melalui operasional restoran dan hotel.

Selain itu, sektor transportasi dan komunikasi juga tumbuh tinggi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan pembelian sepeda motor.

Meskipun menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran, pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara kumulatif pada 2023 tidak setinggi tahun sebelumnya.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara kumulatif pada 2023 hanya mencapai 4,82 persen, sementara pada 2022 dapat mencapai 4,49 persen.

"Perlambatan konsumsi rumah tangga utamanya menurut data kami terutama dari perlambatan pengeluaran kelompok menegah atas," kata Amalia.

Menurutnya, hal ini ditunjukkan antara lain dengan berkurangnya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) barang mewah, jumlah penumpang angkutan udara, dan penjualan mobil penumpang.

Ia menyatakan, investasi finansial menguat, terutama terhadap produk simpanan berjangka, sehingga mengindikasikan adanya pergeseran fokus pengeluaran ke investasi.

Selanjutnya, komponen pengeluaran yang juga berkontribusi signifikan secara kumulatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 yaitu Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB (1,38 persen) dan net ekspor (0,66 persen).

Sementara itu, komponen-komponen lainnya berkontribusi sebesar 0,46 persen terhadap perekonomian Indonesia yang tumbuh sebesar 5,05 persen pada 2023.

BPS mencatat pertumbuhan PMTB didukung oleh peningkatan aktivitas penanaman modal serta berbagai pengembangan infrastruktur perumahan, jalan tol, dan bendungan.

Amalia menyatakan, ekspor tumbuh positif karena peningkatan volume ekspor minyak dan gas (migas) serta membaiknya ekspor jasa seiring peningkatan jumlah wisatawan Nusantara (wisman) dan devisa masuk dari luar negeri.

"Namun, ekspor barang nonmigas, seperti mesin atau peralatan listrik; bijih, kerak, dan abu logam; serta alas kaki, mengalami kontraksi," ujarnya.

Sementara, Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 di atas 5 persen, dengan proyeksi dalam rentang 4,7 persen sampai dengan 5,5 persen. (*)

Baca Juga:

Prospek Ekonomi Indonesia Sepanjang 2024

#Investasi #Pertumbuhan Ekonomi #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Rosan Ungkap Investasi Hilirisasi Naik Jadi 30 Persen, Total Investasi RI Tembus Rp 1.010,6 Triliun
Rosan melaporkan investasi Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun pada Semester I-2026. Kontribusi hilirisasi naik menjadi 30 persen dari total nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Rosan Ungkap Investasi Hilirisasi Naik Jadi 30 Persen, Total Investasi RI Tembus Rp 1.010,6 Triliun
Indonesia
Puluhan Ribu Kasus Premanisme Ganggu Dunia Usaha, Polri: Modusnya Ngerecokin sebelum Usaha Dimulai
Selain premanisme, Polri juga menangani ribuan kasus pungutan liar dan pemerasan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Puluhan Ribu Kasus Premanisme Ganggu Dunia Usaha, Polri: Modusnya Ngerecokin sebelum Usaha Dimulai
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Prabowo Anggap Investor Percaya Indonesia Sebagai Saudara
"Adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita. Mitra-mitra kita, kita anggap sebagai saudara-saudara kita," ujarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Anggap Investor Percaya Indonesia Sebagai Saudara
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Investasi Jakarta Capai Rp173,6 Triliun hingga Semester I 2026, Tertinggi di Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan investasi Jakarta mencapai Rp173,6 triliun hingga semester I 2026 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Investasi Jakarta Capai Rp173,6 Triliun hingga Semester I 2026, Tertinggi di Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Bagikan