Ini Tugas Pertama Komite Pencegahan Korupsi Pemprov DKI
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (PK) Bambang Widjojanto (kiri). (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
MerahPutih.com - Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan Komite Pencegahan Korupsi (PK) Pemprov DKI bertugas mengawasi penyerapan anggaran dan pendampingan.
"Jadi saya sudah sampaikan ke Pak Bambang (Ketua Komite PK), saya membentuk tim untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran dan minta juga pendampingan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/1) malam.
Sebab, kata Sandiaga, masalah penyerapan anggaran yang tak wajar kerap menjadi sandungan Pemprov DKI mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK). Di antaranya, temuan BPK soal pembelaan lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras dan Cengkareng Barat.
"Saya sudah menyampaikan ke Pak Bambang kemarin salah satu yang kami bahas di road to WTP adalah dua isu yang menjadi temuan BPK," jelasnya.
Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini meminta kepada Komite PK agar penyerapan anggaran perlu ekstra diwaspadai menjelang akhir tahun. Pasalnya, kerap terjadi anomali penyerapan anggaran jelang penutupan tahun.
"Ternyata Sumber Waras maupun lahan Cengkareng maupun anomali-anomali itu terjadi selalu di bulan Desember," pungkasnya. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tanggapan Pimpinan KPK Soal Komite Pencegahan Korupsi DKI Jakarta
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Temui Jokowi di Solo, Sandiaga Ngaku Konsultasi agar PPP Masuk Parlemen
Ridwan Kamil Bertemu Sandiaga Uno di Masa Tenang Pilkada Jakarta
Akhiri Tugas sebagai Menteri, Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Sekjen UNWTO
Jumlah Penonton MotoGP Indonesia di Mandalika Ditarget Tembus 120 Ribu
Reza Arap Ikhlas bila Kemenparekraf enggak Jadi Reimburse
Ancaman Megathrust, Sandiaga Uno Serukan Kewaspadaan Wisata Pesisir
Ancaman Gempa Megathrust, Sandiaga Uno: Tetap Berwisata dengan Kewaspadaan
Sandiga Uno Segera Tentukan Sikap di Pilkada Jabar
Paket Wisata 3B Kemenparekraf Incar Kunjungan 24 Ribu Wisatawan
Sandiaga: Indonesia Kehilangan Potensi Pendapatan Rp 170 Miliar karena Pengobatan di Luar Negeri