Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 05 Juli 2022
Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia

Donasi punya jejak tradisi panjang di Indonesia. (Unsplash/Christian Dubovan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dugaan penyelewengan dana donasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), lembaga kemanusiaan, terus bergulir. DPR telah meminta pemerintah membuat aturan baru terkait lembaga donasi dan kemanusiaan.

Aturan tentang lembaga donasi dan kemanusiaan masih bersandar paada UU tahun 1961 dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980. Aturan baru bertujuan mencegah kecurangan lembaga donasi dan kemanusiaan. Kepercayaan itu penting untuk menjamin tradisi donasi masyarakat Indonesia tak disalahgunakan.

Baca juga:

ACT Klaim Lakukan Pemotongan Besaran Gaji sampai 70 Persen

Donasi Diselewengkan
Donasi punya jejak tradisi panjang di Indonesia. (Unsplash/Bayu Prayuda)

Donasi punya jejak tradisi panjang di Indonesia. Donasi berarti sumbangan berupa uang. Ia termasuk juga dalam konsep filantropi.

"Secara harfiah filantropi adalah konseptualisasi dari praktek memberi (giving), pelayanan (services), dan asosiasi (association) secara sukarela untuk membantu pihak lain yang membutuhkan sebagai ekspresi rasa cinta,” catat Chusnan dalam Filantropi Modern untuk Pembangunan Sosial termuat di Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Vol 12. No 1 Tahun 2007.

Sebelum uang dikenal, sumbangan biasanya diwujudkan dengan pemberian emas, perak, hewan, dan tenaga. Sumbangan masa ini berlandas pada ajaran Hindu dan Budha, sesuai dengan agama yang berkembang saat itu di Nusantara.

Bukti tertulis awal jejak donasi di Indonesia bersumber pada Prasasti Yupa dari abad ke-5 M. Prasasti itu menyebut kedermawanan Raja Mulawarman di Kutai (Kalimantan Timur) menyumbang 20.000 sapi kepada pendeta.

Naskah Desawarnana dan Negarakrtagama dari abad ke-14 M, mengabadikan kebiasaan donasi di lingkungan keraton Majapahit. Misalnya kebiasaan raja memberikan emas kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur.

Baca juga:

Uraian Nagarakrtagama Tentang Pusat Kota Majapahit

Donasi Online
Meski terdapat penyalahgunaan donasi, semangat berdonasi tetap tinggi hingga hari ini. (Unsplash/Markus Winkler)

Donasi raja menjadi contoh bagi rakyat agar gemar berdonasi. Namun, donasi rakyat berbeda dari donasi raja. Rakyat berdonasi menggunakan tenaganya untuk membangun candi atau bendungan secara bersama-sama. Karena itulah, donasi sering pula lekat dengan konsep gotong-royong.

"Di sini kita menghadapi kenyataan bahwa bangunan-bangunan besar yang juga disebut buat haji, memerlukan banyak tenaga kerja,” ungkap Sartono Kartodirdjo dalam “Kedudukan dan Peranan Sistem Gotong-Royong dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia” termuat dalam Kebudayaan Pembangunan dalam Perspektif Sejarah."

Donasi berlanjut pada Masa kesultanan Islam. Sebelum masa ini, donasi diisi oleh semangat Hindu dan Budha. Pada masa Islam, donasi berlandas pada ajaran Islam seperti zakat, wakaf, dan sedekah. Beberapa kesultanan bahkan membentuk lembaga donasi resmi.

Tome Pires, seorang penjelajah samudera dari Portugis pada abad ke-15, merekam kegiatan filantropi penguasa dan rakyat kesultanan di pantai utara Jawa dalam Suma Oriental Perjalanan Dari Laut Merah ke Cina dan Buku Francisco Rodrigues.

“Para moor (sebutan Pires untuk orang Islam tempatan-Red.) memberinya sedekah dan mereka akan sangat bahagia jika pertapa ini berkunjung ke rumah-rumah mereka, ” ungkap Tome Pires.

Pada masa kolonial abad ke-19, catatan penyalahgunaan donasi mulai tersua. "Banyak orang menyamar sebagai guru, hanya dengan maksud untuk mendapat hak semu atas hadiah-hadiah yang saleh (zakat, fitrah, sedekah) dari jemaah yang baik,” tulis Snouck dalam Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889—1936,"

Meski terdapat penyalahgunaan donasi, semangat berdonasi tetap tinggi hingga hari ini. Tolong jangan ditilap, dong!

Baca juga:

Bareskrim Polri Mulai Usut Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

#Pendanaan #Dana Hibah #Tradisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Berita
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut Setiap Keluarga Terima Bantuan Dana Hibah Rp 250 Juta, Cair Bulan Ini
Beredar unggahan yang berisi Menkeu Purbaya umumkan dana hibah cair Juli ini, setiap keluarga terima Rp 250 juta. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut Setiap Keluarga Terima Bantuan Dana Hibah Rp 250 Juta, Cair Bulan Ini
Tradisi
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Kisah Roro Jongrang jadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut Dana Hibah Cair, Imbau Masyarakat Daftar ke Pemda
Beredar konten yang berisi imbauan Menkeu Purbaya meminta masyarakat untuk mendaftar ke Pemda untuk dapat dana hibah. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut Dana Hibah Cair, Imbau Masyarakat Daftar ke Pemda
Tradisi
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Indonesia
Kejari Solo Terima Hasil Korupsi Dana Hibah KONI, Total Pengembalian Capai Rp 255 Juta
Kejari Solo menerima dana hibah KONI senilai Rp 35 juta. Kini, totalnya sudah mencapai Rp 255 juta yang diterima dari dua tersangka.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Kejari Solo Terima Hasil Korupsi Dana Hibah KONI, Total Pengembalian Capai Rp 255 Juta
Olahraga
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Bagikan