Ini Alasan TKN Pilih Banten Sebagai Lokasi Kampanye Terbuka Pertama
Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO
MerahPutih.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristyanto, mengatakan alasan TKN memilih Kota Serang, Provinsi Banten sebagai lokasi pertama kampanye terbuka Capres Nomor Urut 1, Joko Widodo pada Minggu (24/3).
"Kita milih di Banten karena hasil undian kami dapat zona B dan di dalamnya ada Provinsi Banten," ujar Hasto seperti dilansir Antara, Sabtu (23/3).
Hasto mengatakan, kampanye terbuka pertama di Banten merupakan momentum yang sangat baik bagi pasangan Jokowi-Amin, karena Banten merupakan salah satu lokasi bersejarah.
"Mulai dari kerajaan-kerajaan di Banten yang saat itu sudah membangun hubungan diplomatik sangat baik dan kemudian Kyai Ma'ruf juga lahir di Banten," ujar Hasto.
Selain itu, kata Hasto, Banten juga dipilih karena memiliki jumlah data pemilih tetap yang besar, sehingga menjadi momentum yang baik untuk memperkuat dukungan Paslon Nomor Urut 1.
"Seluruh partai koalisi termasuk PDIP besok pagi akan mengadakan kampanye terlebih dahulu untuk mengkondisikan, sehingga ketika kampanye dihadiri oleh pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf, seluruh partai koalisi Indonesia Kerja bergerak ke Banten," jelas Hasto.
Lebih lanjut Hasto mengatakan TKN pada dasarnya menjadikan seluruh provinsi di Indonesia penting untuk didatangi. Namun mengingat keterbatasan waktu, maka tidak seluruh kampanye dapat dihadiri oleh Jokowi dan Ma'ruf secara bersamaan.
"Kami membagi wilayah di mana ada yang dihadiri oleh pak Jokowi atau Kyai Ma'ruf saja, ada yang dihadiri oleh para juru kampanye nasional, ulama, tokoh-tokoh partai, kemudian caleg, para menteri kabinet, dan kemudian tokoh-tokoh nasional," ujar Hasto.
Adapun jumlah juru kampanye nasional tim kemenangan Jokowi - Ma'ruf dikatakan Hasto lebih dari 5.300 orang dan dikerahkan di seluruh Nusantara.
Terkait dengan menteri Kabinet Kerja yang membantu kampanye Paslon Nomor Urut 1, adalah para menteri yang sudah mengajukan cuti seperti Puan Maharani, Siti Nurbaya, Pramono Anung, dan Hanif Dhakiri.
Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu no urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan no urut 02 Prabowo-Sandiaga. (*)
Baca Juga: Di Depan 30 Ribu Orang Jokowi Bicara Kepemimpinan
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda