Ini Alasan TKN Pilih Banten Sebagai Lokasi Kampanye Terbuka Pertama

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Sabtu, 23 Maret 2019
Ini Alasan TKN Pilih Banten Sebagai Lokasi Kampanye Terbuka Pertama

Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristyanto, mengatakan alasan TKN memilih Kota Serang, Provinsi Banten sebagai lokasi pertama kampanye terbuka Capres Nomor Urut 1, Joko Widodo pada Minggu (24/3).

"Kita milih di Banten karena hasil undian kami dapat zona B dan di dalamnya ada Provinsi Banten," ujar Hasto seperti dilansir Antara, Sabtu (23/3).

Hasto mengatakan, kampanye terbuka pertama di Banten merupakan momentum yang sangat baik bagi pasangan Jokowi-Amin, karena Banten merupakan salah satu lokasi bersejarah.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Ponco Sulaksono)
CaptionSekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Ponco Sulaksono)

"Mulai dari kerajaan-kerajaan di Banten yang saat itu sudah membangun hubungan diplomatik sangat baik dan kemudian Kyai Ma'ruf juga lahir di Banten," ujar Hasto.

Selain itu, kata Hasto, Banten juga dipilih karena memiliki jumlah data pemilih tetap yang besar, sehingga menjadi momentum yang baik untuk memperkuat dukungan Paslon Nomor Urut 1.

"Seluruh partai koalisi termasuk PDIP besok pagi akan mengadakan kampanye terlebih dahulu untuk mengkondisikan, sehingga ketika kampanye dihadiri oleh pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf, seluruh partai koalisi Indonesia Kerja bergerak ke Banten," jelas Hasto.

Lebih lanjut Hasto mengatakan TKN pada dasarnya menjadikan seluruh provinsi di Indonesia penting untuk didatangi. Namun mengingat keterbatasan waktu, maka tidak seluruh kampanye dapat dihadiri oleh Jokowi dan Ma'ruf secara bersamaan.

"Kami membagi wilayah di mana ada yang dihadiri oleh pak Jokowi atau Kyai Ma'ruf saja, ada yang dihadiri oleh para juru kampanye nasional, ulama, tokoh-tokoh partai, kemudian caleg, para menteri kabinet, dan kemudian tokoh-tokoh nasional," ujar Hasto.

Adapun jumlah juru kampanye nasional tim kemenangan Jokowi - Ma'ruf dikatakan Hasto lebih dari 5.300 orang dan dikerahkan di seluruh Nusantara.

Terkait dengan menteri Kabinet Kerja yang membantu kampanye Paslon Nomor Urut 1, adalah para menteri yang sudah mengajukan cuti seperti Puan Maharani, Siti Nurbaya, Pramono Anung, dan Hanif Dhakiri.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu no urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan no urut 02 Prabowo-Sandiaga. (*)

Baca Juga: Di Depan 30 Ribu Orang Jokowi Bicara Kepemimpinan

#Hasto Kristiyanto #Joko Widodo #Serba-Serbi Kampanye
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Dr Tifa menolak damai di sidang kasus ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan mundur.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Indonesia
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Jokowi siap hadir di sidang dr Tifa pekan depan. Ia akan membawa ijazah aslinya ke persidangan.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Bagikan