Wisata

Ingin Mencoba Makan di Atas Pohon, Datangi Rumah Pohon Bukit Lemped

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 05 Maret 2018
Ingin Mencoba Makan di Atas Pohon, Datangi Rumah Pohon Bukit Lemped

Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3). (MP/MKF)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WISATA di Bali tak akan pernah akan habis jika diekspolrasi. Di setiap tempat, di pulau Dewata ini selalu menawarkan wisata yang menarik untuk para wisatawan mengabiskan waktu bersantai dengan keluarga.

Dari beberapa wisata yang ada di Bali, salah satunya adalah Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Di sini, areal perbukitan disulap menjadi rumah pohon yang asri untuk dikunjungi. Jika pagi hari, udara di sini begitu segar.

Pemilik Rumah Pohon Bukit Lemped, I Wayan Mudita menjelaskan, rumah pohon miliknya dibangun di atas lahan seluas 30 are. Satu are adalah sepuluh meter persegi.

Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3).(MP/MKF)
Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3). (MP/MKF)

Rumah Pohon Bukit Lemped belum lama berdiri. "Ini dibangunnya sudah sembilan bulan lalu. Pengerjaan tahap awal tiga bulan, sudah operasi enam bulan," ucapnya. Senin (5/3).

Baru dibuka, kunjungan awal ke Rumah Pohon Bukit Lemped cukup lumayan. Rata-rata 40 orang datang berkunjung ke sini. Ada turis domestik, ada pula turis mancanegara. Sayang, Gunung Agung bergeliat. Kunjungan anjlok. Dua bulan hampir tak ada wisatawan yang berkunjung.

Beruntung tak lama gunung setinggi 3.142 mdpl setelah itu aktivitasnya telah menurun. Rumah Pohon Bukit Lemped pun kembali dikunjungi wisatawan. Soal ide, Mudita menyebut datang begitu saja. Kebetulan tak jauh dari sana ada rumah pohon juga. Lokasi tanah yang berbukit dimanfaatkan olehnya untuk membuat destinasi serupa dengan konsep berbeda.

Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3).(MP/MKF)
Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3). (MP/MKF)

"Ini dana pribadi saya bangun. Pelan-pelan saya bangun. Sementara ini yang kita andalkan adalah turis domestik," jelas I Wayan Mudita.

Spot pemandangan di sini begitu asyik. Jika naik ke rumah pohon paling tinggi, bisa ber-swafoto dengan latar belakang pemandangan indah. Setidaknya ada dua pemandangan bagus, Gunung Agung dan hamparan pantai.

Dari sini keagungan gunung yang kini berstatus waspada itu terlihat begitu jelas. Besar sekali Gunung Agung. Dari atas puncak rumah pohon Gunung Agung terlihat begitu gagah.

Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3). (MP/MKF)
Suasana wisata di Bukit Lemped yang terletak Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem. Senin (5/3). (MP/MKF)

"Ya di atas itu, di puncak memang menjadi spot selfie," ujar I Wayan Mudita.

Selain itu, di tempat ini juga bisa menikmati sarapan atau santap siang di atas pohon ditemani oleh semilir angin dan cukup murah. Untuk masuk ke Rumah Pohon Bukit Lemped dewasa hanya Rp10 ribu, sementara anak-anak Rp5 ribu. Untuk tarif parkir kendaraan dikenakan biaya Rp 5 ribu.

Tak perlu khawatir, soal keamanan terjamin. Sudah diteliti sebaik mungkin, asal memperhatikan rambu dan imbauan pengelola. Jika tertarik,bisa berkunjung dari Bandara Ngurah Rai diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam menuju lokasi. Di Karangasem sendiri Rumah Pohon Bukit Lemped cukup terkenal. (MKF)

Artikel berdasarkan laporan Davi Erlangga kontributor Merahputih.com untuk Bali dan sekitarnya

#Wisata Bali #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Fun
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Kolaborasi dengan Minikino sejalan dengan salah satu pilar Noema yang menempatkan komunitas dan inklusivitas sebagai bagian penting dari identitas resor.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Indonesia
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Rencana yang disiapkan akan menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung dengan sejumlah kawasan pariwisata di Bali Selatan hingga Canggu.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Bagikan