Inggris Janji Transparan Terkait Varian Baru Virus Corona

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 Desember 2020
Inggris Janji Transparan Terkait Varian Baru Virus Corona

Alnwick Castle Inggris. (Foto: Visit Englad).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Inggris menegaskan telah mempraktikkan transparansi penuh terkait munculnya galur atau varian baru virus corona.

"Inggris telah bertindak secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab untuk mendukung perang global melawan virus corona," kata Kedutaan Besar Inggris melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (24/12).

Analisis genomik dan sistem pengawasan Inggris telah mengidentifikasi varian baru COVID-19, meski menyebut tidak dapat dipastikan apakah varian itu berasal dari negara tersebut.

Baca Juga:

Waspada Virus Corona, Begini Kebijakan Inggris bagi Mereka yang Datang dari Tiongkok

"Mutasi virus adalah hal yang wajar, semua virus bermutasi seiring dengan waktu dan varian baru muncul secara berkala," kata Kedubes Inggris.

Menurut Kedubes, saat ini tidak ada yang tanda-tanda yang menunjukkan bahwa varian baru itu memiliki kecenderungan untuk menyebabkan penyakit yang lebih serius dan lebih sulit untuk dideteksi, ataupun memengaruhi efektivitas vaksin.

Namun, varian baru itu diperkirakan memiliki tingkat kemampuan transmisi hingga 70 persen lebih tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah Inggris memastikan untuk bekerja sama dengan mitra-mitra internasional dan bekerja dengan segera untuk meminimalkan gangguan yang dapat ditimbulkan, kata Kedubes Inggris.

"Kami sangat berharap bahwa transparansi Inggris dan tindakan cepat akan memungkinkan pengambilan keputusan untuk kembali ke situasi yang stabil sesegera mungkin," kata kedutaan.

Corona  Test. (Fixabay).
Corona Test. (Fixabay).

Sejumlah negara pun, telah memberlakukan pelarangan masuk bagi maskapai penerbangan yang membawa penumpang dari Inggris, terkait kemunculan varian baru virus tersebut. Termasuk Indonesia yang memberlakukan larangan serupa.

Terkait kebijakan yang diberlakukan di sejumlah negara itu, pemerintah Inggris mengimbau warganya yang tengah berada di negara lain agar mengikuti persyaratan dan imbauan dari otoritas setempat dan berkomunikasi dengan maskapai terkait untuk mengatur kemungkinan perjalanan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pihaknya mempercayai kapasitas ilmiah Inggris untuk memahami varian baru tersebut dan mengapresiasi kerja sama otoritas Inggris dengan pihak negara lain serta dengan WHO (PON)

Baca Juga:

Inggris Gunakan Vaksin Flu di Tengah Pandemi COVID-19

#Inggris #COVID-19 #Kasus Covid #WHO
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Olahraga
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Koleksi trofi emas menjadi bukti sahih dominasi kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa Barat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Indonesia
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi anggaran sebesar 115 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,7 triliun untuk pengadaan peralatan pesawat nirawak.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Indonesia
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Dunia
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Bagikan