MerahPutih.com - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyampaikan angka kecelakaan lalu lintas tahun ini pada arus mudik lebaran menurun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu dikarenakan adanya kesadaran dari pemudik dalam berlalu lintas. Selain itu, ketersediaan infrastruktur yang semakin banyak dan baik dapat dirasakan pemudik tahun ini serta penerapan manajemen lalu lintas yang baik juga membantu pemudik pulang cepat ke kampung halaman.
“Dapat dikatakan tahun ini lebih nyaman ketimbang tahun lalu. Juga termasuk kesiapan jalan nasional, provinsi dan kab/kota yang semakin membaik yang dilengkapi rambu, marka dan penerangan jalan umum,” ujar Djoko kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/6).
BACA JUGA: Fadli Zon Kritik Pelaksanaan Mudik 2019
Adanya tol Trans Jawa yang sudah terhubung dari Merak hingga Probolinggo dan bercabang hingga Malang mempermudah pemudik yang bekerja di Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Meski tol Trans Sumatera belum terhubung penuh, namun sudah dapat digunakan hingga Palembang dari Bakauheni.
“sudah dapat membantu pemudik ke Palembang yang tidak mampu beli tiket pesawat dari Jakarta ke Palembang,” ujarnya.
“Waktu tempuh hingga ke Solo dan sekitarnya, dua tahun lalu minimal 30 jam. Sejak tahun lalu sudah bisa 10 jam. Untuk kondisi normal hanya sekitar 7 jam menggunakan Tol Trans Jawa,” tambahnya.
Makin membaiknya penyelenggaraan angkutan penyelenggaraan Merak- Bakauheni turut berpengaruh. Ada dermaga eksekutif dengan kapal khusus kapasitas besar serta ada dermaga yang sepeda motor dapat melancarkan proses penyeberangan.
Dengan berangkat dari dermaga eksekutif bisa 1 jam untuk menyeberang Selat Sunda selebar 15 mil.
“Pelayanan kapal yang lebih nyaman di penyeberangan ini hendaknya dapat ditularkan ke penyeberangan yang lain,” tuturnya
Djoko menerangkan hal tersebut kabar baik bagi pemerintahan saat ini, pasalnya jalur trans Jawa maupun Sumatera sudah bisa dinikmati oleh para pemudik. Mereka dapat lebih cepat kembali ke kampung halaman dari biasanya.
“Ada yang ngebut, mungkin saat lengang, 4 jam Jakarta-Semarang, tahun lalu juga sama bisa 10 jam Jakarta-Solo,” tambahnya.
Selain itu, salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan mudik lebaran adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.
Musim mudik lebaran 2019 ditandai dengan menurunnya angka kecelakaan. Selama H-7 hingga H-3, data angka kecelakaan dari Korlantas Polri menyebutkan terjadi 703 kejadian (2018) menjadi 284 kejadian (2029). Ada penurunan sebesar 60 persen.
Korban yang meninggal dunia juga menurun 59%. Sebanyak 148 orang yang meninggal tahun 2018, di tahun 2019 hanya 61 orang meninggal dunia. Usia produktif (15-50 tahun) masih mendominasi korban kecelakaan, yakni 355 orang dari total 506 orang (70%).
BACA JUGA: Selain 'One Way', Ini Dia Sederet Strategi Pemerintah Antisipasi Arus Balik
Sepeda motor ada penurunan 64%. Tahun 2018 ada 879 kejadian, di tahun 2019 hanya 313 kejadian. Namun sepeda motor masih paling tinggi diantara moda transportasi lain sebagai penyebab kecelakaan, yakni 65%.
“Masih ada waktu untuk mudik lebaran yang memang cukup panjang waktunya dibanding arus balik yang cuma tiga hari (7-9 Juni 2019),” tandasnya. (Knu)