Inflasi Diklaim Cenderung Melambat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Juli 2024
Inflasi Diklaim Cenderung Melambat

Pasar kaget. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Inflasi umum diklaim terus melambat menjadi 2,51 persen secara year on year (yoy) pada Juni 2024, dari 2,84 persen (yoy) pada Mei 2024.

Penurunan inflasi umum ini disebabkan oleh penurunan harga pangan setelah musim panen dan periode permintaan yang rendah setelah perayaan Idul Fitri di bulan April.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengatakan, enam bulan memasuki tahun 2024, inflasi umum melambat menjadi 2,51 persen (yoy) pada Juni 2024, turun dari 2,84 persen (yoy) pada Mei 2024.

"Hal itu menandai tingkat inflasi umum terendah dalam sembilan bulan terakhir dan berada di tengah kisaran target BI sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen," katanya.

Baca juga:

Tarif Angkutan Online dan Pesawat Penyumbang Inflasi Terbesar di Jakarta

Secara bulanan, inflasi umum mencatat deflasi kedua kalinya di tahun 2024, dengan deflasi yang lebih dalam sebesar 0,08 persen month to month (mtm) di bulan Juni 2024 dibandingkan dengan 0,03 persen (mtm) di bulan Mei 2024.

Serupa dengan angka tahunan, kontributor terbesar deflasi bulanan Juni adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menunjukkan deflasi sebesar 0,49 persen (mtm), berkontribusi 0,14 persen terhadap deflasi Juni secara keseluruhan.

Riefky menegasan, penurunan inflasi tahunan dan deflasi bulanan yang lebih dalam didorong oleh penurunan harga bawang merah, tomat, dan daging ayam ras.

"Penurunan harga itu disebabkan oleh peningkatan pasokan akibat musim panen dan penurunan harga pakan ayam, yang menyebabkan penurunan harga daging ayam ras," katanya.

Baca juga:

Sigaret Kretek Mesin dan Tarif Angkutan Udara Penyumbang Inflasi Terbesar di Juni 2024

Ke depan, lanjut ia, selain tekanan inflasi impor akibat pelemahan rupiah dan antisipasi dampak musim La Nina, tekanan inflasi yang paling besar di bulan Juli 2024 diperkirakan berasal dari kenaikan musiman belanja pendidikan karena dimulainya tahun ajaran baru.

Riefky menuturkan, komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi tahunan sebesar 1,68 persen (yoy) pada Juni 2024, meningkat dari 1,52 persen (yoy) pada Mei 2024.

Kontributor utama inflasi harga yang diatur pemerintah adalah sigaret kretek mesin, karena produsen membebankan cukai yang lebih tinggi pada produk tembakau kepada konsumen dan harga tiket pesawat yang meningkat selama mobilitas yang meningkat selama periode Idul Adha.

Inflasi inti pada Juni 2024 dilaporkan sebesar 1,90 persen (yoy), sedikit menurun dari 1,93 persen (yoy) pada Mei 2024, menandai berakhirnya tren kenaikan yang diamati sejak Februari 2024.

Inflasi inti, tegas ia, tetap terkendali, karena ekspektasi inflasi yang stabil selama libur Idul Adha. Kontributor utama inflasi inti bulan Juni adalah perhiasan emas dan harga kopi bubuk.

Baca juga:

BI Perbanyak Titik Pembayaran Digital Buat Tekan Inflasi

Harga emas telah mengalami kenaikan yang signifikan di tahun ini karena para investor beralih ke aset-aset safe haven, didorong oleh ekspektasi seputar potensi penurunan suku bunga The Fed, ketidakpastian geopolitik, dan pembelian emas oleh sebagian besar bank-bank sentral.

"Harga kopi bubuk meningkat karena penurunan produksi kopi, yang telah terpengaruh oleh perubahan iklim," katanya.

BPS mencatat, pada Juni 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,28. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,65 persen dengan IHK sebesar 111,29 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,08 persen dengan IHK sebesar 103,95. (*)

#Harga Pangan #Inflasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Pada tempat penggilingan, harga rata-rata harga beras naik 0,26 persen secara bulanan (MtoM), dan 6,89 persen secara tahunan.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Harga Cabai di Jawa Tengah Tembus Rp 90 Ribu per Kg, Pedagang Makanan Kelimpungan
Harga cabai di Jawa Tengah kini menembus Rp 90 ribu per kilogram. Pedagang makanan pun mulai kelimpungan.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Harga Cabai di Jawa Tengah Tembus Rp 90 Ribu per Kg, Pedagang Makanan Kelimpungan
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Kemendag mendorong dinas perdagangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk turut melakukan pengawasan distribusi Minyakita di wilayah masing-masing
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Cari tahu update harga pangan hari ini sebelum ke pasar! Harga cabai rawit merah meroket sampai Rp84.400 dan telur ayam ikut naik. Intip daftar harga sembako terkini selengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Bagikan