Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza, Menhan: Tunggu Keputusan Internasional

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza, Menhan: Tunggu Keputusan Internasional

Raker Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Komisi I DPR Bahas Peran KODAM Baru

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia menyiapkan sekitar 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk kemungkinan penugasan dalam misi perdamaian internasional di Jalur Gaza, Palestina.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan keberangkatan pasukan tersebut masih menunggu perkembangan dari Board of Peace (BoP) yang menginisiasi pembentukan pasukan International Stabilization Force (ISF).

“Kami menunggu perkembangan dari Board of Peace,” kata Sjafrie kepada wartawan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan situasi di dalam BoP saat ini masih sangat dinamis, terutama setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.

Menurut Sjafrie, perkembangan konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran menjadi faktor penting yang turut diperhatikan sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait pengiriman pasukan.

“Dinamika BoP ini juga sangat tinggi sekarang. Saya kira kita semua ikuti perkembangan secara global antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” ujarnya.

Baca juga:

DPR Sebut Telegram Panglima TNI Langkah Jenius Amankan Kedaulatan RI dari Efek Domino Perang

Meski demikian, Sjafrie menegaskan setiap keputusan terkait keterlibatan Indonesia dalam misi internasional tetap berlandaskan pada kepentingan nasional.

Prinsip tersebut juga sejalan dengan amanat konstitusi yang menekankan perlindungan terhadap seluruh bangsa Indonesia.

Ia menambahkan bahwa penugasan prajurit dalam misi perdamaian tidak hanya mempertimbangkan aspek militer, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan.

“Jadi, tugas yang kita laksanakan itu tidak bisa kita hanya berpikir tugas-tugas dalam rangka menghadapi suatu konflik, tetapi kita juga harus berpikir kemanusiaan,” kata Sjafrie.

Baca juga:

TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi

Menhan juga memastikan bahwa kesiapan pasukan TNI untuk kemungkinan penugasan tersebut telah dipersiapkan sejak awal.

Instruksi persiapan diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia siap apabila sewaktu-waktu diminta berpartisipasi dalam misi stabilisasi internasional.

“Kalau BoP-nya minta kirim besok, kita hari ini harus siap. Hari ini kita siap,” ujarnya. (Knu)

#TNI #Board Of Peace #Konflik Timur Tengah #Menteri Pertahanan #Sjafrie Sjamsoeddin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Pesta meriah dan parade alutsista HUT ke-81 TNI di Monas resmi dibatalkan demi fokus penanganan bencana alam di Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Bagikan