Indonesia Pimpin ASEAN Implementasikan 'One Health' Atasi Ancaman Kesehatan Global

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 22 Maret 2023
Indonesia Pimpin ASEAN Implementasikan 'One Health' Atasi Ancaman Kesehatan Global

Deklarasi para pemimpin negara ASEAN untuk inisiatif 'One Health' dapat membangun kolaborasi regional yang lebih kuat. (freepik/slon.pics)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KENYATAAN bahwa penularan penyakit tidak hanya terjadi antar manusia, tetapi terjadi juga dari hewan ke manusia dan berpotensi menjadi pandemi. Berdasarkan hal tersebut, negara ASEAN berkomitmen mengimplementasikan One Health untuk mencegah pandemi di masa depan akibat penularan dari hewan ke manusia.

Implementasi dari komitmen tersebut tertuang dalam susunan ASEAN Leaders Declaration (ALD) on One Health Initiatives. Deklarasi para pemimpin negara ASEAN untuk inisiatif One Health dapat membangun kolaborasi regional yang lebih kuat dalam implementasi One Health. Khususnya kolaborasi lintas batas antara negara anggota ASEAN yang sangat penting dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan tanggapan pandemi.

Baca Juga:

Lebih dari Gembira, Senyum Juga Sehat untuk Jiwa dan Raga

asean
Indonesia memimpin pembentukan draf pertama Deklarasi Pimpinan ASEAN untuk implementasi One Health. (Kemenkes RI)

Hal ini merupakan salah satu upaya dari sektor kesehatan untuk menguatkan arsitektur kesehatan di ASEAN. Penguatan arsitektur kesehatan ini merupakan salah satu deliverables Keketuaan Indonesia untuk ASEAN 2023.

Untuk menyusun deklarasi saat ini tengah dilaksanakan diskusi dengan Negara Anggota ASEAN didukung oleh Partner seperti FAO, UNEP, WHO, WOAH (Quadripartite), World Bank, Australian Mission to ASEAN, USAID, UK Health Security Agency, Mitigation Biological Threats (MBT) ASEAN - Canada, serta difasilitasi oleh ASEAN Secretariat di Bali 15-17 Maret. Dalam hal ini, Indonesia memimpin pembentukan draf pertama Deklarasi Pimpinan ASEAN untuk implementasi One Health.

Diskusi ini mejadi forum untuk mendapatkan pengetahuan dari negara anggota ASEAN tentang pengalaman mereka dalam penerapan One Health, dan untuk lebih meningkatkan tentang apa yang telah dicapai sejauh ini.

Dalam Kepemimpinan Indonesia tahun ini, mengusung tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Ini merupakan semakin pentingnya ASEAN di kancah global. Sebagai episentrum pertumbuhan, tema tersebut menghadirkan peluang bagi kita untuk memperkuat koordinasi multilateral dalam berbagai isu, termasuk ketahanan kesehatan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penularan penyakit antara manusia, hewan, dan lingkungan yang meningkat menghadirkan ancaman zoonosis dengan potensi pandemi. Dengan demikian, ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral.

“Pendekatan One Health sebagai pendekatan terbaik untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan tanggapan pandemi. Pendekatan ini membutuhkan mekanisme kerja sama dan koordinasi lintas sektoral yang kuat untuk mensinergikan target, koordinasi, dan implementasi kita,” ujar Dirjen dr. Maxi secara virtual pada diskusi Consultative Meeting for the ASEAN Leaders Declaration on One Health Initiatives di Bali.

Baca Juga:

Jelang Puasa, Sahur Jangan Asal Kenyang

asean
Pendekatan 'One Health' sebagai pendekatan terbaik untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan tanggapan pandemi. (Kemenkes RI)

Technical Expert – One Health Approach, World Organization for Animal Health (WOAH) Dr. Andre Furco mengatakan One Health merupakan pendekatan ampuh yang memungkinkan tercapainya kesehatan bagi manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan, serta keamanan dan keselamatan pangan. Hal ini dapat membantu membuka jalan untuk mencapai SDG, termasuk kemiskinan, kesehatan, kesejahteraan, kelaparan, ketidaksetaraan, air bersih dan sanitasi.

“Tumbuhnya dukungan terhadap konsep One Health telah mengarah pada pembentukan beberapa inisiatif global untuk mengadopsi dan memajukan pendekatan One Health untuk mengatasi ancaman kesehatan global,” jelas Dr. Furco.

Bank Dunia mendukung penuh implementasi One Health di ASEAN. Senior Agribusiness Specialist, Agriculture and Food Global Practice, East Asia and Pacific Region, The World Bank, Sitaramachandra Machiraju mengatakan dunia melihat G20 di bawah kepresidenan Indonesia telah menunjukkan titik terang kemajuan kesehatan. Begitupun dengan implementasi One Health di ASEAN dapat mencegah pandemi di masa depan.

“Pendekatan yang ingin kami ambil adalah tentang integrasi yang berkelanjutan antara sektor kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Saya senang bahwa ketiga sektor terwakili di sini,” ungkapnya.

Integasi ketiga sektor tersebut bisa mencapai kesehatan masyarakat yang baik dan meningkatkan kualitas kesehatan penduduk di setiap negara. Dirjen dr. Maxi menambahkan pandemi COVID-19 sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi semua orang.

“Melalui kolaborasi multisektoral antara ilmuwan, pemerintah, industri, dan organisasi internasional, serta implementasi One Health secara bersamaan di negara ASEAN akan membuktikan bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mengatasi masalah pandemi di masa depan,” tutur dr. Maxi. (dgs)

Baca Juga:

Ilmuwan: Konsumsi Jamur Surai Singa dapat Tingkatkan Ingatan

#Kesehatan #ASEAN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan