MerahPutih.com - Malaysia siap mendukung Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina menyusul keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
"Malaysia berdiri bersama Indonesia untuk memperjuangkan martabat Muslim di Palestina," kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Seri Zahrain Mohamed Hashim seperti dilansir Antara, Rabu (13/12).
Hari ini, kata dia, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Presiden RI Joko Widodo bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTTLB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, untuk membicarakan langkah yang akan diambil sebagai respons atas keputusan Trump terkait Yerusalem.
Zahrain berharap, pertemuan OKI tersebut dapat menghasilkan resolusi yang menunjukkan sikap OKI terhadap isu internasional yang memanas dalam sepekan terakhir ini.
"Kami akan menunggu resolusi yang keluar di Istanbul, tetapi kami mengharapkan sikap yang kuat dari negara-negara Islam untuk Palestina," tutur Dubes Zahrain.
Sehari setelah Trump mengumumkan rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Rabu (6/12), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Malaysia Datin Nirvana Jalil Gani mengeluarkan pernyataan yang pada intinya menyesalkan sikap AS yang dinilai akan mengakhiri semua upaya untuk resolusi perdamaian Israel-Palestina.
Keputusan Trump tersebut juga memiliki dampak serius tidak hanya terhadap keamanan dan stabilitas Timur Tengah, tetapi juga bisa memicu sentimen dan mengganggu upaya penanganan terorisme.
Malaysia menegaskan, isu Yerusalem adalah penyebab inti persoalan Palestina dan meminta semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mengakui perubahan di perbatasan sebelum 1967, termasuk kaitannya dengan Yerusalem.
"Setiap usaha untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, membangun atau memindahkan misi diplomatik ke kota, dianggap sebagai agresi tidak hanya terhadap Arab dan umat Islam, namun juga melanggar hak-hak Muslim dan Kristen," kata Nirvana.
Sementara itu Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menyatakan dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Menlu Jordania dan Menlu Palestina untuk mengusulkan agar hasil KTTLB OKI mengirimkan pesan kuat bahwa OKI tidak bisa menerima dan mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (*)

