Indische Party Berdansa Kembali Lewat Single ‘The Highest Stars’
Indische Party semakin dekat dengan album ketiga. (Foto: Istimewa)
UNIT rock and roll Jakarta Indische Party kembali menlanjutkan perjalanan menuju album terbarunya. Kali ini, mereka menelurkan satu single terbaru berjudul The Highest Stars yang rilis pada 5 Desember 2021.
The Highest Stars merepresentasikan kehadiran Kubil Idris sebagai gitaris baru dari Indische Party. Nuansa fresh, padat dan hingar bingar coba dihadirkan oleh band yang terbentuk sejak 2011 tersebut.
“Lagu ini semacam rayuan maut dalam membujuk orang terdekatnya kembali,” ungkap vokalis Indische Party Japs Shadiq, lewat keterangan resmi yang diterima Merah Putih Selasa (7/12).
Baca juga:
Lewat single The Highest Stars, band yang terbentuk di Institut Seni Jakarta (IKJ) ini kembali memperdengarkan asupan-asupan akar musik era 60an yang semakin matang dengan groove khas mereka. Semua dibalut dengan visual yang memiliki konsep lebih 'gelap' dari video-video musik mereka sebelumnya.
Dalam video berdurasi 3.07 menit itu, diperlihatkan para personel Indische Party berdansa ria lengkap dengan pencahayaan minimalis namun berkarakter. Tak lupa kostum retro dengan nuansa warna yang muram namun dikemas secara elegan mereka pakai.
Video musik tersebut diproduksi secara swadaya oleh Indische Party dengan Japs Shadiq sebagai produser, serta Tika Pramesti sebagai sutradara, di bantu Vera Lestafa sebagai Director of Photographer (DOP).
Nuansa musik The Highest Stars seakan mengajak para pendengar kembali ‘berdansa di antara bintang-bintang’. Japs Shadiq menulis setiap bait lirik yang menggoda, dengan mengangkat kisah lelaki petualang yang tak rela kehilangan pujaan hatinya.
Baca juga:
Kidung Awan Kelabu Persembahan Indische Party di ‘Duka Akhir Kemarau’
View this post on Instagram
Sebelumnya pada Juli 2021, Indische Party telah merilis lagu berjudul Duka Akhir Kemarau. Single tersebut merupakan sebuah penghormatan Ibunda Tika Pramesti yang meninggalkan dirinya selamanya, tiga hari sebelum hari pernikahan Tika dan Jafar Shadiq.
“Ada kejujuran duka yang teramat dalam yang menyertai penulisan lagu ini. Pasangan (Tika dan Jafar) ini pun menikah di hadapan jenazah beliau,” terang Indische Party. Bait demi bait lagu ini, berdasarkan kenangan yang ditinggalkan sang Ibu yang lebih dahulu pamit, dan meninggalkan Tika yang terlihat layu dalam duka. (Far)
Baca juga:
Fiasco Hadirkan Konsep Band Virtual dengan Merilis Album 'Unbroken'
Bagikan
Berita Terkait
'Macam Gila Tour 2026', Langkah Arc Yellow dan Timur Dalam Tembus Asia Tenggara
Canti Rilis Single 'Anggap Aku Ada', Lagu R&B tentang Jarak Emosional dalam Hubungan
Kim Min Seok Perkuat Romansa K-Drama 'Can This Love Be Translated?' lewat Lagu 'Love Language'
'Aku yang Engkau Cari', Lagu Maudy Ayunda yang Lahir dari Dunia 'Para Perasuk'
Asal-Usul Sound Hiwong Hiwong Tong Hiwong yang Viral di Media Sosial
Lagu Lawas 'Cinta Kita' Ramai Muncul di FYP TikTok
'Tak Kancani', Karya Reflektif Ndarboy Genk setelah Berjumpa Sahabat Difabel
Rio Clappy Kembali dengan 'Belia', Lagu tentang Cinta Pertama dan Waktu
Tur Hari Kerja, Bless The Knights Tutup Perjalanan Jakarta Weekdays Tour 2026
BTS Rencanakan Penampilan Comeback di Situs Warisan Budaya, KHS Berikan Izin Bersyarat demi Kenalkan Korea ke Dunia