MerahPutih.com - Grup musik legendaris Indonesia, Slank, memperkenalkan lagu terbaru berjudul Rusak Ancur yang dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni.
Lagu tersebut menjadi salah satu materi yang masuk dalam album studio ke-26 Slank bertajuk Republik Fufufafa.
Kritik terhadap Kerusakan Lingkungan
Melalui Rusak Ancur, Slank menghadirkan pesan yang kuat mengenai kondisi lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Lagu ini menjadi medium bagi band asal Jakarta tersebut untuk menyuarakan kritik terhadap praktik eksploitasi sumber daya alam yang dianggap semakin tidak terkendali.
Tema yang diangkat tidak hanya menyoroti persoalan lingkungan secara umum, tetapi juga berbagai aktivitas yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan alam dalam jangka panjang.
Baca juga:
Slank Rilis Album 'Republik Fufufafa', Angkat Isu Sosial dari Berita Sehari-hari
Dalam lirik lagu Rusak Ancur, Slank menyinggung maraknya penerbitan izin pertambangan di berbagai wilayah.
Selain itu, lagu ini juga menyoroti perubahan kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit yang dinilai turut mempercepat laju deforestasi.
Lirik Lagu Rusak Ancur - Slank
Keruk sedimen kirim ke singapur
Batas negara makin mundur?
Pulau-pulau pada abrasi
Malah export pasir keluar negri
Babat hutan ganti sawit
Ekosistim rusak hewan menjerit
Katanya kekayaan alam
Di kuasai negara
Malah bagi² izin tambang kemana²
Rusak ancur
Rusak ancur lah
Rusak ancur
Rusak ancur
Alamku
Bangun kota baru
Ibukota nusantara
Bahannya ambil dari donggala
Jadi rusak bukit² jalan berdebu
Bikin polusi & banjir bandang
Demi proyek strategis nasional
Apa mesti pake tanah ilegal?
Mega proyek food estate
Bikin bingung
Menanam singkong kok
Tumbuh jagung
Rusak ancur
Rusak ancur lah
Rusak ancur
Rusak ancur
Alamku
Alamku
Alamku
Rusak ancur
Rusak ancur lah
Rusak ancur
Rusak ancur
Alamku
Alamku
(far)