Indikator Kinerja Keuangan Bank DKI Terus Membaik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 September 2021
Indikator Kinerja Keuangan Bank DKI Terus Membaik

Rekening Bansos Bank DKI. (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kinerja keuangan Bank DKI mencatatkan pertumbuhan yang positif di tahun 2021, meski di tengah hantaman pandemi COVID-19. Pencapaian laba di Semester 1 tahun 2021 yang tumbuh sebesar 40,8 persen secara year-on year (YoY) dari Rp 279 miliar per Juni 2020 menjadi Rp 394 miliar per Juni 2021.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini sejumlah indikator kinerja keuangan Bank DKI lainnya turut mengalami pertumbuhan signifikan secara YoY per Juni 2021.

Baca Juga:

Bank DKI Gaet DMI Fasilitasi Vaksinasi COVID-19 di Tempat Ibadah

"Beberapa indikator yang mengalami pertumbuhan signifikan seperti Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan aset. Non-Performing Loan (NPL) juga menunjukkan kinerja yang membaik secara YoY per Juni 2021," ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai bank yang kepemilikan saham mayoritasnya dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kerja Pemprov DKI dan terus meningkatkan perannya dalam mendukung pembangunan Jakarta.

Dukungan tersebut di antaranya adalah berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan mitra lainnya dalam menyelenggarakan beragam program sosial seperti Sentra Vaksinasi, Mobil Vaksin Keliling.

Bank dipercaya menyalurkan berbagai program bantuan sosial seperti kartu sosial seperti Bantuan Sosial Tunai (BST), Kartu Jakarta Pintar (KJP Plus), Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) serta program Dasawisma.

Dalam rangka melanjutkan transformasi perbankan digital yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di DKI Jakarta, Bank DKI terus berkomitmen dengan mengembangkan inovasi produk dan layanan perbankan digital melalui layanan e-channel seperti JakOne Mobile, sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat modern dalam bertransaksi seperti mobile banking, e-wallet, dan scan-to-pay QRIS.

"Peningkatan kapasitas teknis terus dilakukan khususnya pada infrastruktur teknologi untuk mendukung aktivitas operasional dan pengembangan bisnis ke depan," katanya.

Vaksinasi COVID-19. Foto: Bank DKI
Vaksinasi COVID-19. (Foto: Bank DKI)

Bank DKI juga terus mengembangkan aplikasi, jaringan, inovasi informasi, dan sistem teknologi melalui pengembangan JakOne Mobile berbasis komunitas atau community apps, yang di antaranya adalah JakOne Artri, JakOne Erte, JakOne Ancol, dan SiOndel.

Beberapa aplikasi yang dikembangkan dengan berbasis JakOne Mobile tersebut bertujuan menjangkau komunitas yang lebih luas, serta memberikan kemudahan dalam proses transaksi pembayaran secara digital. Bank DKI juga memiliki produk uang elektronik berbasis kartu, yakni JakCard dan JakLingko, yang sudah digunakan secara luas sebagai e-ticketing untuk moda transportasi seperti Transjakarta, MRT, dan LRT maupun sebagai akses masuk pada beragam tempat wisata di Jakarta.

Atas capaian baik ini, Bank DKI kembali meraih penghargaan sebagai BUMD Terbaik TOP of the TOP BUMD 2021 dan TOP #BPD – Bintang 5 pada TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (I-OTDA). (Asp)

Baca Juga:

Bank DKI Adakan Sentra Vaksinasi Dosis Kedua, Warga Bisa Daftar Lewat JAKI

#Pemulihan Ekonomi #Bank DKI #Bank
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Ternyata! 15 Juta Orang Usia Produktif di Indonesia Tidak Memiliki Rekening Bank
Di 2026, LPS menargetkan menambah jumlah penduduk produktif yang nantinya akan memiliki rekening sehingga bisa mengakses sektor keuangan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Ternyata! 15 Juta Orang Usia Produktif di Indonesia Tidak Memiliki Rekening Bank
Indonesia
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta IPO demi membangun kepercayaan publik dan memperkuat tata kelola.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Indonesia
Eks Dirut Keuangan Bank DKI Ajukan Eksepsi di Kasus Kredit Sritex, Sebut Cuma Bantu Negara saat Pandemi
Eks Dirut Bank DKI, Babay Farid Wazdi, mengajukan eksepsi di sidang kasus kredit Sritex. Ia mengklaim, hanya membantu negara saat pandemi.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Eks Dirut Keuangan Bank DKI Ajukan Eksepsi di Kasus Kredit Sritex, Sebut Cuma Bantu Negara saat Pandemi
Indonesia
Kolaborasi Bank Jakarta–Visa, Pramono Anung: Siap Dipakai di Seluruh Dunia
Bank Jakarta resmi menggandeng Visa. Nasabah kini bisa bertransaksi global di lebih 200 negara. Pramono Anung apresiasi langkah strategis ini.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Kolaborasi Bank Jakarta–Visa, Pramono Anung: Siap Dipakai di Seluruh Dunia
Indonesia
Ternyata Penempatan Duit Rp 200 Triliun ke Himbara Tidak Signifikan Turunkan Bunga Kredit
Perbankan pada umumnya bekerja berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) dan pipeline penyaluran kredit yang sudah disiapkan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Desember 2025
Ternyata Penempatan Duit Rp 200 Triliun ke Himbara Tidak Signifikan Turunkan Bunga Kredit
Indonesia
50 Juta Penduduk Belum Miliki Rekening Bank, Warga Kalimantan Paling Banyak
rekening pribadi diperlukan untuk peningkatan transaksi dan pergerakan ekonomi secara keseluruhan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 22 November 2025
50 Juta Penduduk Belum Miliki Rekening Bank, Warga Kalimantan Paling Banyak
Indonesia
Duit Injeksi Pemerintah ke Bank Negara Hampir Habis, Bank Minta Tambahan
Dengan bunga 3,8 persen, langsung mengalahkan banyak sekali special rate, sehingga perbankan, khususnya bank yang performa kreditnya bagus.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 November 2025
 Duit Injeksi Pemerintah ke Bank Negara Hampir Habis, Bank Minta Tambahan
Indonesia
Bank Mandiri Minta Tambahan Dana SAL ke Menkeu Purbaya
BI mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada September 2025 sebesar 7,7 persen, naik tipis dibandingkan Agustus 2025 yang tumbuh 7,56 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Oktober 2025
Bank Mandiri Minta Tambahan Dana SAL ke Menkeu Purbaya
Indonesia
Soal Uang Pemprov DKI Rp 14,6 Triliun Ngendap di Bank, Pramono: 1.000 Persen Betul
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membenarkan bahwa uang Pemprov DKI senilai Rp 14,6 triliun mengendap di bank.
Soffi Amira - Rabu, 22 Oktober 2025
Soal Uang Pemprov DKI Rp 14,6 Triliun Ngendap di Bank, Pramono: 1.000 Persen Betul
Indonesia
Menkeu Perintahkan Pemda Simpan Duit Lebih di BPD Tidak di Bank BUMN
Purbaya mendorong pemda untuk memperbaiki tata kelola BPD-nya masing-masing sehingga bisa lebih optimal dalam pengelolaan dan pembangunan daerahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Oktober 2025
Menkeu Perintahkan Pemda Simpan Duit Lebih di BPD Tidak di Bank BUMN
Bagikan