India Pertimbangkan Pasok Senjata ke Myanmar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 22 September 2017
India Pertimbangkan Pasok Senjata ke Myanmar

Pesawat jet Angkatan Laut Amerika Serikat F/A-18 Super Hornet dalam wargames antara Angkatan Laut India, Jepang, Australia dan Singapura di Teluk Bengal, 7 September 2007. (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan A

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - India mempertimbangkan memasok senjata ke pemerintah Myanmar sebagai tanda dukungan kuat bagi tetangga itu seperti dibahas dalam kunjungan kepala angkatan laut Myanmar. Dukungan India tersebut terjadi di tengah kecaman atas tindakan keras Myanmar terhadap Rohingya.

Pejabat India pada Kamis (21/9) menyatakan bahwa kedua pihak juga berbicara tentang pelatihan pelaut Myanmar dengan kursus tingkat tertinggi yang diajarkan kepada perwira militer di lembaga pertahanan khusus India.

Keputusan India membahas peningkatan kerja sama militer dengan tetangganya di timur itu diperkirakan menjadi bagian dari dorongan untuk melawan pengaruh Tiongkok di wilayah tersebut.

Kerja sama militer tersebut justru terjadi pada saat negara Barat meningkatkan tekanan pada pemerintah Myanmar atas kekerasan terhadap Rohingya di wilayah barat laut, negara bagian Rakhine.

Pada Rabu (20/9), Panglima Angkatan Laut Myanmar Laksamana Tin Aung San bertemu dengan Menteri Pertahanan India Nirmala Sitaraman dan kepala angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara India.

Kedua pihak membahas pasokan kapal patroli lepas pantai. Kepala angkatan laut Myanmar juga mengunjungi lokasi pembangunan kapal angkatan laut di Mumbai sebagai bagian dari perjalanan empat hari, yang berakhir pada Kamis.

Pada 2013, India menawarkan untuk memasok peralatan seperti senjata artileri, radar dan alat penglihatan malam ke tentara Myanmar. Sejak saat itu, fokusnya telah beralih ke kerja sama angkatan laut karena India berusaha untuk mendorong mundurnya pengaruh Tiongkok di wilayah tersebut. (*)

Sumber: ANTARA

#India #Myanmar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Indonesia
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Indonesia
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
Dunia
Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Jakarta dalam kerja sama multilateral, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
 Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Indonesia
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Minggu, 09 Agustus 2026
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Kementerian Luar Negeri mengungkap dua WNI berinisial AE dan S diduga disandera di Myanmar dengan tuntutan tebusan Rp 200 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Indonesia
PM Modi Senang Terus Bersama Presiden Prabowo Selama Tiga Hari Kunjungan
Modi menyampaikan penghargaan atas keramahan pemerintah dan masyarakat Indonesia yang menyambut kunjungannya dengan penuh persahabatan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
PM Modi Senang Terus Bersama Presiden Prabowo Selama Tiga Hari Kunjungan
Indonesia
Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029, PM Modi : Wisatawan India akan Tertarik Berkunjung
Modi juga bakal kembali ke Indonesia untuk meresmikan restorasi tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029, PM Modi : Wisatawan India akan Tertarik Berkunjung
Indonesia
Presiden Prabowo Kasih Lampu Hijau India Bangun Kampus Riset Teknologi Terbesar di Indonesia
Dukungan itu sejalan dengan komitmen kedua pemimpin memperkuat kerja sama pendidikan, riset, teknologi, kebudayaan, dan hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Presiden Prabowo Kasih Lampu Hijau India Bangun Kampus Riset Teknologi Terbesar di Indonesia
Bagikan