MerahPutih.com - Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai sorotan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi Presiden Prabowo Subianto dalam kebijakan ekonomi sudah jelas, yakni mendorong penguatan industri dalam negeri.
“Kalau menurut saya, harusnya kalau Presiden juga tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir Presiden posisinya clear dalam hal ini,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (25/2).
Baca juga:
DPR Ingatkan Kebijakan Impor Mobil Operasional Koperasi Merah Putih Harus Sesuai UU
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) dikabarkan berencana mengimpor sekitar 105.000 kendaraan niaga dari India dengan nilai total mencapai Rp24,66 triliun.
Armada tersebut akan digunakan untuk memperkuat sistem logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah, khususnya dalam mendukung distribusi barang dan kebutuhan masyarakat desa.
Informasi mengenai rencana impor itu diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), melalui laman resmi perusahaan pada 4 Februari 2026.
Baca juga:
Rp 24,66 Triliun untuk Datangkan Mobil Pikap India, DPR: Impor Harus Jadi Opsi Terakhir
Dari total 105 ribu unit kendaraan, sebanyak:
- 35 ribu unit mobil pikap 4×4 dipasok oleh Mahindra & Mahindra
- 35 ribu unit pikap 4×4 dan
- 35 ribu unit truk roda enam dari Tata Motors
Kendaraan tersebut direncanakan untuk menunjang transportasi logistik Kopdes Merah Putih di berbagai wilayah.
Namun, rencana impor dengan nilai puluhan triliun rupiah tersebut memicu perdebatan, terutama terkait komitmen penguatan industri otomotif nasional dan penggunaan anggaran dalam negeri. (Knu)