Imbas Rusia Menginvasi Ukraina, Harga Bitcoin Kebakaran
Bitcoin sempat mengalami penurunan. (Foto: Unsplash/Dmitry Demidko)
HARGA mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan lain sebagainya merosot ke level terendah dalam sebulan terakhir setelah Rusia memutuskan invasi ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan bahwa Rusia akan melakukan 'operasi militer khusus' di wilayah Ukraina Timur.
Harga bitcoin turun sebesar 7,9 persen menjadi USD 34.324 atau sekitar Rp 492 juta per Kamis (24/2). Sementara itu harga koin kripto berukuran lebih kecil (ether) yang biasanya mengikuti gerakan harga bitoin, juga turun tajam sebesar 10,8 persen. Kapitalisasi pasar di semua kripto turun ke USD 1,5 triliun atau sekitar Rp 21,6 kuadriliun. Angka tersebut menunjukkan hampir kehilangan sembilan persen.
Harga Ethereum sempat turun 12,54 persen menjadi USD 2.347 atau sekitar Rp 33 juta, sedangkan Binance juga minus 11,80 persen dan diperdagangkan di angka USD 336. Sejumlah mata uang kripto lainnya juga bernasib serupa dalam periode waktu yang sama. Misalnya Solana terpantau sempat terjun 9,29 persen menjadi USD 80,39 atau sekitar Rp 1,1 juta. Lalu mata uang kripto Polkadot juga anjlok ke level USD 14,47 atau sekitar Rp 210 ribu.
Baca juga:
Di antara mata uang kripto tersebut, Cardano terpantau mengalami penurunan yang paling tinggi, yakni sekitar 14,53 persen dalam 24 jam terakhir di angka 0,794 USD atau sekitar Rp 11.399.
Meski begitu, menurut pantauan Merahputih.com di laman Coindesk, kripto kembali stabil di angka USD 38.535 atau sekitar Rp 553 juta dan Ethereum di angka USD 2.611 per atau sekitar Rp 37 juta Jumat (25/2).
"Kami telah melihat sejauh ini bahwa BTC dan pasar kripto selalu mengikuti pergerakan saham. Saat krisis, semua hal cenderung berkorelasi, jadi kemungkinan yang lebih buruk akan terjadi," kata Kepala Strategi Keuangan Joseph Edwards, di perusahaan crypto Solrise Group, mengutip laman CNA, Kamis (24/2).
Baca juga:
Rusia melancarkan invasi ke Ukraina melalui darat, udara, dan laut yang kemudian memicu ketakutan terburuk negara-negara Barat. AS dan sekutunya menjatuhkan 'sanksi berat' terhadap Rusia setelah serangan itu, kata Presiden AS Joe Biden.
Saham global dan imbal hasil obligasi AS merosot, sementara dolar, emas, dan harga minyak meroket lebih tinggi karena investor berebut aset safe-haven atau aset investasi yang dapat melindungi investor dari krisis keuangan.
Sementara itu, para investor pendukung cryptocurrency mengatakan bitcoin merupakan aset yang aman dari situasi ketegangan geopolitik, karena umumnya bergerak bersama-sama dengan aset berisiko lainnya. (and)
Baca juga:
Rusia-Ukraina Panas, AS Sebut Rusia Kumpulkan Pasukan di Perbatasan
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Samsung Galaxy S26 Series Meluncur Februari 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Xiaomi Kids Watch Resmi Meluncur, Bisa Deteksi Mood Anak dengan Fitur Keamanan yang Enggak Main-Main
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo