Sains

Ilmuwan Ungkap Alasan Panda Doyan Makan Bambu Alih-Alih Daging Kayak Mamalia Lainnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 06 Maret 2025
Ilmuwan Ungkap Alasan Panda Doyan Makan Bambu Alih-Alih Daging Kayak Mamalia Lainnya

Ilustrasi Panda. (Foto: Unsplash/Mélody P)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PANDA dan bambu tak terpisahkan. Meski hampir selalu terlihat mengunyah bambu, nyatanya panda ialah mamalia. Seperti halnya mamalia, panda sebenarnya memiliki sistem pencernaan yang khas untuk hewan yang mengonsumsi makanan berbasis daging. Di sinilah letak keanehan pola diet panda. Namun, para ilmuwan China kini menemukan jawaban di balik kegemaran panda akan bambu.

Para ilmuwan mengatakan memakan tanaman bambu yang tinggi dan cepat tumbuh dapat memengaruhi perilaku tersembunyi panda sebagai pemakan daging. Makan bambu mengatur indera penciuman dan pengecap mereka.

Mamalia asli dari barat daya China menghabiskan hingga 16 jam sehari memakan bambu, menyerap bahan genetik yang disebut mikroRNA (miRNA) ke aliran darah mereka. Molekul ini dapat mempengaruhi cara informasi genetik ditransfer ke seluruh tubuh panda, membentuk cara mereka bertindak. Demikian diungkap dalam penelitian yang dipublikasikan pada Jumat (28/2) di jurnal Frontiers.

Penelitian ini dipimpin China West Normal University di Provinsi Sichuan. “MiRNA berperan dalam mengatur ekspresi gen panda raksasa," kata Dr Li Feng, penulis senior dari universitas tersebut, dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN.

Baca juga:

Gemoy Banget, Bayi Kembar Panda Raksasa Mencuri Hati Pengunjung Ocean Park Hong Kong



Li dan rekan-rekannya menemukan molekul ini dapat membentuk proses fisiologis dalam tubuh panda, termasuk pertumbuhan, ritme biologis, perilaku, dan respons imun. "MiRNA dalam bambu juga terlibat dalam pengaturan penciuman, pengecapan, dan jalur dopamin panda raksasa, yang semuanya berkaitan dengan kebiasaan makan mereka," ujarnya.

Para peneliti percaya, ketika anak panda tumbuh dewasa, mereka akan mengembangkan kemampuan untuk memilih bambu yang paling segar dan bernutrisi. Hal itu memungkinkan mereka beradaptasi dengan pola makan berbasis tanaman.

Penelitian ini didasarkan pada sampel darah dari enam panda dewasa dan satu anak panda. Di antara sampel tersebut, para ilmuwan mendeteksi 57 jejak miRNA yang mungkin berasal dari bambu.
Mereka berharap penemuan ini dapat membantu ilmuwan lebih memahami pengaruh miRNA tanaman pada hewan, yang berpotensi membuka jalan bagi pengobatan atau pencegahan penyakit.

Menurut World Wildlife Fund (WWF), meskipun diet panda sebagian besar terdiri dari daun, batang, dan tunas bambu, sekitar 1 persen dari makanan mereka berasal dari tanaman lain dan bahkan daging seperti rodensia kecil. Sekitar 1.800 panda hidup liar, berkeliaran di pegunungan di Provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu di China.

Kehilangan habitat dan fragmentasi merupakan ancaman terbesar bagi panda liar, sedangkan keinginan berkembang biak mereka yang kurang telah membuat pelestarian panda menjadi tantangan. Ketika induk akhirnya melahirkan, anak panda yang baru lahir sangat rapuh.

China telah meningkatkan upayanya untuk menyelamatkan beruang ini dalam beberapa dekade terakhir, meningkatkan jumlah cadangan panda dari 12 menjadi 67.(dwi)

Baca juga:

China Teguhkan Niat Pelestarian Panda Raksasa, Gandeng Negara Lain

#Panda #China #Ilmu Pengetahuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Dunia
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Di China hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru yang dilakukan selama masa percobaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kuliner
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Video terverifikasi memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Bagikan