Ilmuwan Ingin Bangkitkan Beruang Raksasa yang Punah Ribuan Tahun Lalu

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 08 Oktober 2024
Ilmuwan Ingin Bangkitkan Beruang Raksasa yang Punah Ribuan Tahun Lalu

Ilmuwan ingin bangkitkan beruang raksasa yang punah ribuan tahun lalu. Foto: Unsplash/Jessica Weiller

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beruang raksasa yang telah punah 11.000 tahun lalu dan berang-berang setinggi lima kaki akan dibangkitkan oleh para ilmuwan. Kini, mereka sedang sibuk mencoba menghidupkannya kembali.

Para ahli juga sudah menyusun "daftar yang sangat panjang" mengenai hewan-hewan punah yang mereka harap bisa dibawa kembali ke dunia modern.

CEO sebuah perusahaan penyuntingan gen Colossal Biosciences mengatakan kepada The Sun, bahwa mereka berharap dapat menghidupkan kembali Dodo yang telah lama punah pada 2028 mendatang, setelah manusia memakan semuanya.

Colossal Biosciences, yang dikenal sebagai perusahaan pembasmi kepunahan pertama di dunia, sedang mencoba menghidupkan kembali mamut berbulu, harimau Tasmania, dan Dodo dari kematian.

Baca juga:

Ilmuwan Siapkan Rencana ala 'Armageddon', Tembak Nuklir ke Asteroid

Lalu, kepala bagian sains di perusahaan tersebut menyebutkan, mereka juga ingin membawa kembali beruang raksasa dan berang-berang setinggi lima kaki.

Prof Beth Shapiro mengatakan kepada The Telegraph: “Salah satu spesies favorit saya yang punah adalah Arctodus, beruang raksasa berwajah pendek, yang tingginya mencapai 14 kaki, dan berang-berang raksasa yang hidup di Amerika Utara, yang diperkirakan berukuran sekitar 14 kaki. Tingginya lima kaki. Itu akan lucu."

Colossal Biosciences sendiri merupakan sebuah perusahaan Amerika yang bertujuan untuk menghidupkan kembali mamut, harimau Tasmania, dan Dodo.

Di antara makhluk-makhluk yang penuh harapan, perusahaan tersebut menaruh harapannya untuk menghidupkan kembali Arctodus, yakni mamalia punah yang dianggap sebagai spesies penghuni darat terbesar yang pernah menghuni Amerika Utara.

Baca juga:

Lorong Tersembunyi Ditemukan di Bawah Piramida Giza

Colossal Biosciences ingin hidupkan kembali mamut yang punah
Colossal Biosciences ingin hidupkan kembali mamut yang punah. Foto: Unsplash/April Pethybridge

Memiliki tinggi 14 kaki, herbivora berbulu ini akan berdiri setinggi manusia jantan dengan keempat kakinya. Mereka yang takut dengan hewan pengerat yang ada, mungkin tidak akan terlalu senang mendengar bahwa berang-berang raksasa juga terdaftar sebagai hewan yang berharap untuk kembali.

Sekitar 10.000 tahun lalu, Casoroides punah dan kerangkanya menunjukkan, bahwa hewan tersebut memiliki gigi berukuran enam inci dan dapat berenang di bawah air.

Bagi non-ilmuwan dan masyarakat umum, gagasan ini mungkin tampak sangat asing layaknya alur cerita film. Namun, Colossal telah mengerjakan proyek tersebut selama tiga tahun terakhir dan mengumumkan, bahwa mamut berbulu tersebut dapat dilahirkan kembali melalui rahim buatan pada 2028.

Hal ini terjadi ketika CEO Colossal Biosciences, Ben Lamm mengatakan kepada The Sun, bahwa ini mungkin bukan spesies pertama yang lahir pada tahun tersebut.

Baca juga:

Tidak Terlihat Sebelumnya, NASA Temukan Batu Zebra di Mars

Melalui sebuah wawancara baru-baru ini, Ben Lamm menyebutkan: “Saya tidak percaya mamut akan menjadi spesies pertama. Maksudnya, itu usia kehamilan (inkubasi) 22 bulan."

Berkat tim Colossal Biosciences, spesies Woolly Mammoth bisa didahului oleh Dodo yang mereka harap bisa dilepaskan kembali ke habitat aslinya.

Sebelumnya, ada perdebatan mengenai kapan Dodo punah, tetapi mereka dikenal mudah ditangkap dan sering hidup bersama di kawasan pulau kecil yang berhutan.

Perusahaan tersebut telah menyatakan keberatannya terhadap siapa pun yang ingin memburu hewan tersebut. Lalu, menyarankan agar mereka bekerja sama dengan pemerintah secara global untuk melarang terulangnya sejarah. (sof)

#Hewan #Penelitian #Sains #Hewan Langka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari berita nasional, sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
Riset satelit 2015–2025 memetakan migrasi hiu paus melintasi 13 negara. Indonesia berperan sebagai hub konservasi Indo-Pasifik.
Wisnu Cipto - Minggu, 03 Mei 2026
Tim Peneliti Indonesia Berhasil Petakan Migrasi Hiu Paus, Jalurnya Lewat 13 Negara
ShowBiz
Bruce Willis Akan Donorkan Otaknya untuk Penelitian Demensia Frontotemporal
Bruce Willis akan mendonorkan otaknya demi penelitian penyakit langka Demensia Frontotemporal.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Bruce Willis Akan Donorkan Otaknya untuk Penelitian Demensia Frontotemporal
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Lifestyle
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Unggahan di Tiktok hingga Instagram memperlihatkan burung, kucing, anjing, bahkan gecko, diajak pergi bersama alih-alih dititipkan ke pet hotel.
Dwi Astarini - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Bagikan