MerahPutih.com - Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menyayangkan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penerapan ganjil genap di pasar tradisional ibu kota.
Sebab kata Abdullah, aturan toko ganjil genap itu malah akan membuat kerumunan di suatu pasar pada jam-jam tertentu. Karena hanya ada separuh pedagang yang berjualan.
Baca Juga
Ragunan Dibuka untuk Warga DKI Saja, Pengunjung tak Boleh Berkerumun Lebih dari 5 Orang
"Memaksa pedagang dengan sistem ganjil-genap bukan hal yang bijaksana. Kalau (kios) banyak, buka semua, maka tidak akan ada kepadatan,” kata Abdullah di Jakarta Jumat (19/6).
Sebaiknya pemerintah, menurut Abdullah, mengajak seluruh pedagang untuk duduk bareng terkait persoalan tersebut. Sebab, pedagang dirasa kurang mendapatkan sosialisasi dari pemegang kebijakan dalam menerapkan sistem kios ganjil-genap di pasar tradisional.
“Sosialisasi tidak dilakukan dengan baik. Langkah protokol penyebaran Covid-19 ini harus dilakukan secara kebersaaman," tuturnya.
Baca Juga
Akan Lebih Banyak Polisi 'Mobile' Saat CFD Perdana Usai PSBB
Ia mengaku Ikappi akan mematuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait operasional di pasar tradisional. Namun, penetapan itu harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan para pedagang.
“Harus ada sosialisasi yang masif, bukan hanya kebijakan Pasar Jaya, tp ini juga jadi kebijakan pedagang, mereka adalah pemilik saham di pasar," tutupnya. (Asp)